Pembunuh bos kerupuk di Palembang ternyata mantan karyawan korban. Pelaku, DS (35), menaruh dendam hingga telah merencanakan pembunuhan.
Pelaku diketahui belum lama ini berhenti bekerja di toko kerupuk milik korban DM (52). Penyebabnya ada masalah pribadi antara korban dan pelaku.
Pelaku beralamat di Plaju Ulu, Palembang. Dia diamankan tim gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang di Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/12).
Advertisement
Dendam Tak Diizinkan Jenguk Anak
Informasi dihimpun, pelaku menaruh dendam terhadap korban. Saat masih bekerja, dia sempat izin pulang untuk menjenguk anaknya yang sakit. Namun pelaku tak diizinkan pulang. Ternyata anak pelaku meninggal dunia yang membuatnya menyesal.
Sejak saat itulah, pelaku menaruh dendam dan ingin memberi perhitungan kepada korban. Dia pun merencanakan perampokan dan pembunuhan.
Advertisement
Pelaku Diperiksa
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menyebut pelaku masih menjalani pemeriksaan penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian.
"Nanti info lengkapnya akan disampaikan pada saat rilis oleh Kapolrestabes Palembang," kata Nandang, Kamis (4/12).
Advertisement
Kronologi Pembunuhan
Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri dirampok yang menyebabkan seorang tewas dan lainnya kritis. Perampokan itu dialami pemilik usaha kerupuk terkenal di Palembang yang berlokasi di kawasan pertokoan 15 Ilir, Selasa (25/11) malam.
Korban DM (52), tewas dengan luka di leher dan istrinya YN (40), luka di tempat yang sama dan kini dirawat di rumah sakit.
Perampokan diketahui saat YN dan pembantunya, FR, pulang dari makan di sebelah rumahnya. Begitu masuk, korban mendengar teriakan minta tolong dari suaminya.
Tak lama, mereka menemukan korban DM sudah tewas tergeletak dan pelaku masih berdiri di sana. Pelaku lantas menodongkan senjata api ke FR dan meminta uang Rp3 juta.
Takut dibunuh, FR menyerahkan uang yang diminta dari dompet. Kemudian pelaku menggeledah lantai dua rumah.
FR dan anak korban YN masuk ke kamar dan mengunci pintu. Mereka lantas menelpon anggota keluarga lain dengan maksud meminta tolong.
Begitu tiba di depan, saksi lain menemukan korban YN keluar dari rumah dengan luka di leher. Korban pun dilarikan ke rumah sakit.