Setelah melakukan olah TKP dan pendalaman keterangan saksi-saksi, kepolisian mengidentifikasi pelaku perampokan disertai pembunuhan pemilik usaha kerupuk di Palembang. Korban, DM (52), tewas di tempat dan istrinya, YN (40), kritis akibat luka di leher.
Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan mengungkapkan, anak buahnya bersama anggota Jatanras Polda Sumsel tengah mengejar pelaku. Perburuan cepat dilakukan sebelum pelaku keluar kota.
"Pelaku sudah teridentifikasi dan sedang diburu," kata Andrie, Rabu (26/11).
Advertisement
Dari pemeriksaan saksi, perampokan dilakukan seorang pria dengan membawa senjata api dan senjata tajam. Terinformasi pelaku membawa kabur uang rampokan sebanyak Rp3 juta. Penyidik juga memeriksa jejak kaki pelaku yang terkena darah korban dan sebuah palu yang diduga terdapat sidik jari pelaku.
"Semuanya kami periksa, termasuk CCTV di sekitar lokasi," kata Andrie.
Advertisement
Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri dirampok yang menyebabkan seorang tewas dan lainnya kritis. Perampokan itu dialami pemilik usaha kerupuk terkenal di Palembang yang berlokasi di kawasan pertokoan 15 Ilir, Selasa (25/11) malam.
Korban DM (52), tewas dengan luka di leher dan istrinya YN (40), luka di tempat yang sama dan kini dirawat di rumah sakit.
Perampokan diketahui saat YN dan pembantunya, FR, pulang dari makan di sebelah rumahnya. Begitu masuk, korban mendengar teriakan minta tolong dari suaminya.
Tak lama, mereka menemukan korban DM sudah tewas tergeletak dan pelaku masih berdiri di sana. Pelaku lantas menodongkan senjata api ke FR dan meminta uang Rp3 juta.
Takut dibunuh, FR menyerahkan uang yang diminta dari dompet. Kemudian pelaku menggeledah lantai dua rumah.
FR dan anak korban YN masuk ke kamar dan mengunci pintu. Mereka lantas menelpon anggota keluarga lain dengan maksud meminta tolong.
Begitu tiba di depan, saksi lain menemukan korban YN keluar dari rumah dengan luka di leher. Korban pun dilarikan ke rumah sakit.