Korem 081/DSJ Percepat Pembangunan Jembatan Ngawi di Dua Titik Strategis
Korem 081/DSJ menginisiasi Pembangunan Jembatan Ngawi di dua lokasi krusial, mengatasi isolasi dan meningkatkan mobilitas warga. Simak detail program TNI AD ini untuk kesejahteraan masyarakat.
Korem 081/Dhirotsaha Jaya (Korem 081/DSJ) mengambil langkah konkret untuk meningkatkan aksesibilitas warga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Mereka menginisiasi Pembangunan Jembatan Ngawi di dua lokasi strategis. Program ini merupakan bagian dari upaya TNI AD membantu pemerintah mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya di daerah terpencil.
Komandan Korem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, pada Selasa (13/1), menyatakan pembangunan ini bertujuan mengatasi kendala aksesibilitas. Kondisi geografis dan keterbatasan sarana penyeberangan kerap menghambat mobilitas warga setempat. Inisiatif ini diharapkan membawa perubahan signifikan bagi kehidupan sehari-hari penduduk.
Dua titik pembangunan jembatan ini berlokasi di Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, dan Dusun Kedung Glagah 2, Kecamatan Geneng. Proyek ini merupakan kelanjutan dari program Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap II. Program tersebut mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan guna kesejahteraan masyarakat luas.
Jembatan Gantung di Karangjati Atasi Isolasi Warga
Sasaran pertama Pembangunan Jembatan Ngawi adalah Jembatan Gantung di Desa Puhti, Kecamatan Karangjati. Jembatan ini direncanakan memiliki panjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter. Pembangunan ini menjadi solusi bagi 35 kepala keluarga (KK) yang selama puluhan tahun terisolasi akses langsung.
Kolonel Arm Untoro Hariyanto menjelaskan, jembatan ini akan menghubungkan dua area di Dusun Puhti yang terpisah oleh aliran sungai. Pemisahan tersebut terjadi sejak tahun 1970-an akibat pengikisan tanah yang melebar menjadi sungai. Kondisi ini memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
Sebelumnya, warga dan anak sekolah di wilayah tersebut harus memutar sejauh 2 kilometer untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan. Selain itu, jembatan ini juga akan meningkatkan efisiensi aktivitas warga Puhti secara keseluruhan.
Jembatan Permanen Geneng Dorong Ekonomi Lokal
Selain di Karangjati, Korem 081/DSJ juga fokus pada Pembangunan Jembatan Ngawi di Dusun Kedung Glagah 2, Kecamatan Geneng. Di lokasi kedua ini, akan dibangun jembatan permanen dengan panjang 10 meter dan lebar 3 meter. Berbeda dengan jembatan di Karangjati, jembatan di Geneng ini diproyeksikan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.
Kolonel Arm Untoro Hariyanto menuturkan, saat ini sudah ada jembatan swadaya masyarakat di lokasi tersebut. Namun, kapasitas jembatan yang ada sangat terbatas dan tidak mampu menopang mobilitas kendaraan besar. Hal ini menjadi kendala bagi aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Pengajuan pembangunan jembatan permanen ini bertujuan memperkuat akses antar-warga di RT, dusun, bahkan desa. Jembatan ini diharapkan mendukung mobilitas kendaraan roda empat secara optimal. Dengan demikian, diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal dan memperlancar distribusi barang serta jasa di wilayah Geneng.
Sinergi TNI AD dan Pemerintah untuk Kesejahteraan
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap II ini merupakan program strategis dari pemerintah. Program tersebut bertujuan mendukung percepatan pembangunan jembatan hingga tingkat pedesaan. Kolonel Untoro Hariyanto menegaskan, inisiatif ini adalah wujud nyata komitmen untuk kesejahteraan masyarakat luas.
Program ini juga merupakan bagian dari program bantuan Presiden RI Prabowo Subianto, yang bertujuan membangun dan memperkuat infrastruktur pedesaan di seluruh Indonesia. Upaya ini diharapkan mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kolonel Untoro Hariyanto berharap pembangunan kedua jembatan ini dapat segera rampung. Penyelesaian cepat akan memungkinkan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga dusun dan desa setempat. Peningkatan aksesibilitas ini diharapkan membuka peluang baru bagi pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat Ngawi.
Sumber: AntaraNews