KI Sumenep Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Keterbukaan Informasi Publik
Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep menjalin kemitraan strategis dengan dua perguruan tinggi lokal untuk memperkuat implementasi keterbukaan informasi publik, menanamkan nilai transparansi sejak dini kepada mahasiswa dan masyarakat luas.
Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengambil langkah proaktif dengan menggandeng perguruan tinggi di wilayahnya. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat implementasi keterbukaan informasi publik secara menyeluruh. Kemitraan strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak-hak mereka terhadap informasi publik.
Dua institusi pendidikan tinggi yang telah menyatakan komitmennya adalah Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) dan Universitas Annuqayah, Guluk-Guluk. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam upaya KI Sumenep untuk menyosialisasikan pentingnya transparansi. Ketua KI Sumenep, Moh Rifai, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang.
Kemitraan ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menekankan pentingnya akses informasi bagi setiap warga negara. Melalui kolaborasi ini, KI Sumenep bertekad untuk menciptakan ekosistem informasi yang lebih terbuka dan akuntabel. Program-program nyata akan segera diimplementasikan untuk mencapai tujuan tersebut.
Sinergi Strategis untuk Transparansi Publik
Komisi Informasi Kabupaten Sumenep telah menjalin kemitraan dengan dua perguruan tinggi terkemuka di wilayahnya, yaitu Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) dan Universitas Annuqayah. Kemitraan ini merupakan upaya nyata KI Sumenep dalam mengoptimalkan implementasi keterbukaan informasi publik. Langkah ini juga menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap hak atas informasi, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
Ketua KI Sumenep, Moh Rifai, menjelaskan bahwa komitmen dari kedua perguruan tinggi ini akan diarahkan pada program-program konkret. Program tersebut mencakup penyelenggaraan seminar, edukasi publik, serta peningkatan kapasitas mahasiswa. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat memahami regulasi dan praktik keterbukaan informasi dengan lebih baik.
Rifai menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk menanamkan nilai-nilai keterbukaan informasi sejak dini. Penanaman nilai ini terutama ditujukan kepada mahasiswa, yang diharapkan menjadi agen perubahan di masa depan. Dengan demikian, diharapkan akan terbentuk budaya transparansi yang kuat di tengah masyarakat.
Meningkatkan Kesadaran dan Kapasitas Mahasiswa
Fokus utama kemitraan ini adalah pada pengembangan program-program yang dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi mahasiswa. Seminar dan edukasi publik akan menjadi sarana utama untuk menyebarkan informasi mengenai hak dan kewajiban terkait keterbukaan informasi. Ini akan membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang relevan.
Selain itu, peningkatan kapasitas mahasiswa akan dilakukan agar mereka mampu menjadi garda terdepan dalam mendorong transparansi di berbagai sektor. Mahasiswa akan diajak untuk memahami regulasi yang berlaku serta praktik terbaik dalam keterbukaan informasi. Hal ini penting untuk mewujudkan tata kelola yang baik di masa mendatang.
Dari total delapan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sumenep, dua di antaranya telah menandatangani nota kesepahaman untuk bermitra dengan KI Sumenep. Moh Rifai menyatakan bahwa enam perguruan tinggi lainnya akan segera menyusul. KI Sumenep baru dapat menjangkau dua perguruan tinggi tersebut pada tahap awal kerja sama ini.
Peran Perguruan Tinggi dalam Tata Kelola Baik
Rektor UNIBA, Prof Rachmad Hidayat, menyambut baik kemitraan ini dan menyatakan komitmen penuh kampusnya. Beliau menekankan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan bagian esensial dalam mewujudkan tata kelola yang baik, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Transparansi dan akuntabilitas menjadi pilar penting dalam setiap institusi.
UNIBA telah mengintegrasikan materi terkait transparansi dan akuntabilitas ke dalam proses pembelajarannya. Langkah ini menunjukkan keseriusan perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya transparansi. Hal ini relevan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sinergi antara KI Sumenep dan UNIBA diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun budaya keterbukaan di tengah masyarakat. Melalui kemitraan ini, KI Sumenep optimistis bahwa peran dunia pendidikan akan semakin signifikan. Hal ini akan memperluas pemahaman publik terkait keterbukaan informasi, sekaligus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews