Kepala BGN Optimistis: Anggaran Rp71 Triliun Program Makan Bergizi Gratis Pasti Terserap Maksimal, Tak Gentar Ancaman Menkeu!
Kepala BGN Dadan Hindayana yakin anggaran Rp71 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis akan terserap maksimal, meski Menkeu mengancam penarikan dana. Mengapa BGN begitu optimistis?
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan keyakinannya. Ia memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terserap secara maksimal sesuai target yang telah ditetapkan. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada hari Senin.
Keyakinan Dadan muncul meski Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengancam akan menarik anggaran MBG. Penarikan dana tersebut akan dilakukan jika serapannya tidak mencapai target yang diharapkan. Namun, Dadan tidak merasa khawatir dengan ancaman tersebut.
Dadan menegaskan bahwa pihaknya tidak khawatir karena penyerapan anggaran akan selesai tepat waktu. Ia bahkan menyebutkan bahwa dana sebesar Rp71 triliun untuk tahun ini pasti akan terserap habis. Optimisme ini didasarkan pada sistem kuat yang dimiliki BGN.
Optimisme di Tengah Ancaman Penarikan Anggaran
Kepala BGN Dadan Hindayana menunjukkan keyakinan kuat terhadap penyerapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis. Meskipun ada ancaman dari Menteri Keuangan terkait penarikan dana, Dadan tetap optimistis. Ia percaya bahwa target penyerapan anggaran akan tercapai sepenuhnya.
Saat ini, terdapat anggaran sebesar Rp9,1 triliun yang masih dalam status "dibintangi" dan belum dapat digunakan. Proses untuk membuka blokir dana ini sedang berlangsung di BGN. Meskipun demikian, BGN memprediksi kebutuhan tambahan anggaran mencapai Rp50 triliun.
Dadan tidak merasa risau dengan kondisi ini karena Presiden telah menyiapkan dana siaga sebesar Rp100 triliun. Ketersediaan dana siaga ini memberikan jaminan bagi kelangsungan Program Makan Bergizi Gratis. BGN memiliki rencana jelas mengenai langkah-langkah yang harus diambil.
Peran Strategis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diidentifikasi sebagai penggerak utama Program Makan Bergizi Gratis. SPPG inilah yang paling banyak menyerap anggaran dalam pelaksanaan program. Oleh karena itu, BGN sedang fokus memperbaiki tata kelola SPPG di seluruh wilayah.
Dadan menjelaskan bahwa SPPG merupakan "anchor" atau penggerak utama yang beroperasi di sektor makanan dan minuman. Mereka bergerak dalam bidang boga, katering, restoran, dan kafe. Sebagian besar anggaran Program Makan Bergizi Gratis terserap melalui aktivitas mereka.
Proses verifikasi mitra untuk setiap SPPG telah dilakukan secara profesional. Verifikasi ini dilakukan melalui sistem daring mitra.bgn.go.id. Sistem ini memastikan kelengkapan dan validitas mitra yang terlibat.
Dadan mengakui adanya identifikasi beberapa pemilik mitra yang mungkin sudah dikenal setelah kegiatan berjalan. Namun, ia menegaskan bahwa proses verifikasi awal tidak mempertimbangkan hal tersebut. "Memang setelah kegiatan berjalan kami melihat ada beberapa pemilik yang memang kami identifikasi, seperti orang-orang yang memang sudah kita kenal, tetapi pada proses verifikasi kami tidak melihat itu, karena kami verifikasi berbasis portal, kemudian yang verifikasi juga sekian banyak orang, sehingga berbasis kelengkapan. Jadi itu sudah dilakukan secara profesional," ucap Dadan Hindayana.
Sumber: AntaraNews