Kasus Gas N2O Whip Pink, Polisi Siapkan Jemput Paksa Selebrgam ZNM dan Youtuber RV
Bareskrim Polri akan menjemput paksa selebgram ZNM dan YouTuber RV setelah dua kali mangkir dari pemeriksaan terkait kasus gas N2O merek Whip Pink.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berencana menjemput paksa selebgram berinisial ZNM dan YouTuber berinisial RV dalam penyidikan kasus penggunaan gas nitrous oxide (N2O) merek Whip Pink. Keduanya tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik sebanyak dua kali.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Zulkarnain Harahap mengatakan ZNM dan RV dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 22 dan 26 Mei 2026. Namun, hingga kini keduanya belum memberikan konfirmasi kehadiran.
"Saksi ZNM dan RV belum ada konfirmasi dan Jumat 29 Mei dikeluarkan surat perintah membawa untuk dihadapkan ke penyidik," kata Zulkarnain dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Lain
Selain ZNM dan RV, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang YouTuber berinisial AM pada Jumat.
Menurut Zulkarnain, yang bersangkutan telah memastikan akan memenuhi panggilan penyidik.
Sementara itu, selebgram berinisial APG disebut telah berkoordinasi dengan penyidik dan akan menjalani pemeriksaan setelah perayaan Idul Adha.
Pemeriksaan para figur media sosial tersebut merupakan bagian dari pengembangan kasus penggunaan gas N2O merek Whip Pink yang tengah ditangani Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Kronologi
Kasus ini mencuat setelah seorang influencer media sosial diketahui membeli dan menggunakan gas N2O merek Whip Pink. Aktivitas tersebut kemudian viral di media sosial dan menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso sebelumnya menyebut salah satu influencer Instagram telah dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
"Saksi yang dipanggil salah satunya merupakan seorang influencer platform media sosial Instagram," kata Eko kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Dalam proses penyidikan, Bareskrim juga menelusuri data penjualan produk, hasil pemeriksaan sejumlah pekerja PT Suplaindo Sukses Sejahtera, serta analisis digital forensik terhadap perangkat milik tenaga penjualan.
Dari hasil pendalaman sementara, penyidik menemukan adanya konsumen yang tercatat membeli tabung gas Whip Pink hingga ratusan kali. Temuan tersebut kini menjadi bagian dari pengembangan perkara yang sedang dilakukan penyidik.