Jumlah Korban Ledakan SMAN 72 Bertambah Jadi 96 Orang, Polisi Ungkap Motif Perundungan
Polda Metro Jaya mengumumkan jumlah korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading meningkat drastis menjadi 96 orang, dengan dugaan motif perundungan yang melatarbelakangi insiden tersebut.
Polda Metro Jaya mengonfirmasi peningkatan signifikan jumlah korban akibat insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Data terbaru yang dirilis pada Sabtu (8/11) menunjukkan angka korban mencapai 96 orang, jauh melampaui estimasi awal. Insiden yang terjadi pada Jumat (7/11) siang ini telah menimbulkan kepanikan dan kerugian, terutama di lingkungan sekolah.
Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyampaikan informasi ini setelah verifikasi menyeluruh di berbagai fasilitas kesehatan. Peningkatan jumlah korban ini mencerminkan dinamika data yang terus berkembang seiring dengan proses pendataan. Pihak kepolisian terus berupaya memastikan semua korban mendapatkan penanganan yang layak.
Ledakan tersebut diduga dipicu oleh aksi seorang siswa yang mengalami perundungan, menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan dan lingkungan sosial di sekolah. Investigasi awal juga menemukan benda mirip senjata mainan di lokasi kejadian. Insiden ini terjadi saat sebagian besar warga sekolah sedang melaksanakan Shalat Jumat.
Peningkatan Jumlah Korban Ledakan SMAN 72
Jumlah korban ledakan di SMAN 72 mengalami peningkatan tajam, dari data awal 54 orang menjadi 96 orang. Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa angka ini bersifat dinamis karena korban terus berdatangan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis dan dilakukan verifikasi ulang oleh petugas. "Tadi disampaikan oleh Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih tentang jumlah korban. Kami tekankan jumlah korban 96 orang," kata Budi Hermanto.
Dari total 96 korban, sebanyak 29 orang masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Rinciannya, 14 orang dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, 14 orang di Rumah Sakit Yarsi, dan satu orang di Rumah Sakit Pertamina. Sementara itu, kabar baik datang dari 67 korban lainnya yang telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik dan stabil.
Peningkatan jumlah korban ini menjadi perhatian utama pihak berwenang dalam penanganan pasca-insiden. Budi Hermanto menambahkan, "Makanya kemarin saat doorstop kami sampaikan 54 orang korban, karena memang data masih bergerak. Setelah dilakukan pendataan ulang, jumlah korban kini mencapai 96 orang." Hal ini menunjukkan kompleksitas dalam mengumpulkan data korban di tengah situasi darurat.
Distribusi korban yang dirawat tidak hanya terpusat di rumah sakit besar, melainkan juga menyebar ke Puskesmas dan klinik Lantamal. Keputusan rujukan ke rumah sakit tertentu, seperti Rumah Sakit Pertamina, disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing pasien. Hal ini bertujuan agar korban ledakan SMAN 72 mendapatkan pengobatan yang paling memadai sesuai kebutuhan mereka.
Kronologi dan Dugaan Motif di Balik Ledakan SMAN 72
Insiden ledakan di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terjadi pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB. Lokasi tepatnya berada di dalam komplek Kodamar TNI Angkatan Laut (AL). Ledakan ini mengejutkan warga sekolah dan masyarakat sekitar, terutama karena terjadi saat siswa dan guru sedang melaksanakan Shalat Jumat di masjid sekolah.
Menurut keterangan saksi mata, ledakan pertama terdengar saat khotbah sedang berlangsung, menciptakan kepanikan di antara jamaah. Tak lama berselang, ledakan kedua menyusul dari arah yang berbeda, memperparah situasi. Peristiwa ini menyebabkan sejumlah korban mengalami beragam cedera, termasuk luka bakar dan luka akibat serpihan benda yang meledak.
Berdasarkan investigasi awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian, pelaku ledakan diduga merupakan salah satu siswa dari sekolah tersebut. Motif di balik aksi ini disebut-sebut adalah perundungan atau bullying yang dialami oleh siswa tersebut. Dugaan motif ini mengindikasikan adanya masalah serius terkait lingkungan sosial dan psikologis di sekolah.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan benda yang awalnya dikira senjata airsoft gun dan revolver. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dipastikan bahwa benda-benda tersebut hanyalah mainan. Penemuan ini menjadi bagian dari bukti yang dikumpulkan untuk mengungkap secara tuntas penyebab dan latar belakang insiden ledakan SMAN 72 yang menghebohkan ini.
Sumber: AntaraNews