Situasi Terkini Lokasi Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta, Masih Dijaga Ketat Aparat
Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam lokasi kejadian ledakan tersebut. Tak hanya warga, aparat kepolisian pun ditanyakan terlebih dahulu.
Polisi hingga kini masih terus melakukan penyidikan terkait ledakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11). Dalam kejadian itu, sebanyak 54 orang menjadi korban.
Pantauan merdeka.com, kondisi lokasi pada pagi hari yang agak mendung ini, terlihat adanya beberapa orang dari TNI AL yang berjaga di depan pintu masuk sekolah.
Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam lokasi kejadian ledakan tersebut. Tak hanya warga, aparat kepolisian pun ditanyakan terlebih dahulu jika ingin masuk ke dalam.
Namun, saat itu terlihat adanya sejumlah aparat kepolisian yang memakai rompi Psikologi Kepolisian masuk ke dalam sekolah tersebut.
Selain itu, salah satu kakak kandung korban yakni Muhamad Nur Karim (26) tidak bisa masuk ke dalam saat ingin mengambil barang milik adiknya yang masih berada di dalam sekolah.
"Saya mau mengambil barang bukti dari korban ya. Karena kata polisi setempat itu, masih jadi olah TKP, jadi belum boleh," kata Karim kepada wartawan di lokasi, Jakarta Utara, Sabtu (8/11).
Siswa Ambil Barang baru Diizinkan pada Senin
Menurutnya, baru bisa masuk untuk mengambil barang di sekolah adiknya itu pada Senin, 10 November 2025. Barang miliknya adiknya yakni tas hingga motor.
"Kemungkinan nanti hari Senin baru boleh mengambil itu dari barang-barangnya dari korban. Ada tas sama itu sih, motor si, dari kelas XID," pungkasnya.
Ledakan di SMA 72 Jakarta
Sebuah ledakan terjadi di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta, Jln. Prihatin, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara pada, Jumat (7/11). Polisi turun tangan melakukan penyelidikan.
Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
"Iya, benar ada ledakan," kata dia kepada wartawan.