Kapolri Update Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Saat Ini Sedang Dirawat
penyidik sudah mengantongi identitas terduga pelaku yang saat ini tengah menjalani perawatan medis. Pemeriksaan dan pendalaman masih dilakukan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan peristiwa ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta mesti menjadi pelajaran penting bagi semua agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Peristiwa ledakan sendiri terjadi pada Jumat (7/11), dan menyebabkan lebih dari 54 orang mengalami luka.
Sigit mengatakan, penyidik sudah mengantongi identitas terduga pelaku yang saat ini tengah menjalani perawatan medis. Pemeriksaan dan pendalaman masih dilakukan secara intensif untuk mengungkap motif di balik insiden tersebut.
"Baik, untuk Jakarta setelah ini saya akan mengecek. Namun yang jelas kemarin sudah kita informasikan bahwa untuk dugaan pelaku, kita sudah tahu, saat ini juga sedang dirawat, kita sudah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan, pendalaman," ujar Kapolri kepada wartawan, usai menghadiri Apel Ojol Kamtibmas Polda Jawa Barat, di Lapangan Upakarti, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (8/11).
Kapolri menekankan pentingnya kewaspadaan dan edukasi dini untuk mencegah munculnya tindakan serupa di lingkungan pendidikan. Ia menambahkan, pihaknya akan menyampaikan hasil penyelidikan dan penyidikan secara resmi setelah seluruh prosesnya rampung.
"Dan harapan kita, tentunya peristiwa yang terjadi kita jaga agar tidak terulang kembali, motif sedang kita dalami. Sehingga kemudian ini menjadi pembelajaran bersama untuk ke depan, untuk anak-anak kita. Saya kira itu, nanti secara umum nanti saya sampaikan setelah kegiatan di Jakarta," katanya.
Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Sebelumnya, ledakan terjadi di area SMAN 72 Jakarta saat rangkaian salat Jumat (7/11). Insiden diduga melibatkan bahan peledak rakitan. Polisi telah mensterilkan lokasi dan melakukan olah TKP. Terduga pelaku pun telah teridentifikasi diduga adalah siswa dari sekolah tersebut.
"Informasi sementara masih di lingkungan sekolah tersebut," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan di Istana Negara, Jumat (7/11).
Tim gabungan Polda Metro Jaya, Bareskrim, dan Densus 88 Antiteror sedang mendalami latar belakang maupun motif pelaku melakukan hal tersebut. Penyelidikan dilakukan sampai ke lingkungan sekitar, dan tempat tinggal korban.