Jokowi Ungkap Identitas Mulyono, Teman Kuliah UGM yang Diragukan
Bahkan ada yang mengatakan bahwa Mulyono seorang calo tiket di Terminal Tirtonadi Solo.
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) memberikan klarifikasi terkait kontroversi sosok Mulyono yang sempat disorot publik usai sama sama mengikuti reuni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu pekan lalu. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Mulyono seorang calo tiket di Terminal Tirtonadi Solo.
Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo juga mengklarifikasi seputar acara reuni di kampus Yogyakarta. Diakui Jokowi, sosok Mulyono adalah teman satu angkatan di UGM sejak tahun 1980.
"Semua kok diragukan. Ijazah diragukan, skripsi diragukan, KKN diragukan, temen diragukan. Terus apa lagi yang mau disampaikan?" ujar Jokowi di Solp, Kamis (31/7).
"Pak Mulyono itu adalah teman seangkatan saya tahun 80. Hanya lulusnya saya lebih cepat. Saya tahun 1985 bulan November, pak Mulyono ini di tahun 87, bedanya itu," ungkapnya.
Jokowi juga mengungkapkan riwayat pekerjaan Mulyono. Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu membantah jika Mulyono bekerja sebagai calo tiket di Terminal Tirtonadi. Namun ia bekerja di PT. Restorasi Ekosistem Indonesia Jambi.
"Kemudian terakhir yang saya tahu, setahu saya beliau kerja di Jambi di sebuah PT untuk pelestarian dan konservasi hutan. PT. Restorasi Ekosistem Indonesia Jambi," terangnya.
Jokowi juga menegaskan jika Mulyono bukanlah calo tiket di Terminal Tirtonadi, seperti yang diungkapkan sebagian orang.
"Ya coba calonya dicari," tukasnya.
Jokowi bantah reuni setingan
Disinggung pernyataan yang menyebut reuni tersebut hanya settingan, Jokowi menepis isu tersebut.
"Wong sudah lama enggak ketemu, kemudian ya pas reuni saya itu kan jadi datang. Saya kan masih pemulihan, kan kalau enggak datang pasti ramai. Teman-teman reuni masa saya enggak datang," pungkasnya.
Sebelumnya, sosok Mulyono teman kuliah Jokowi di UGM disebut-sebut berprofesi sebagai calo tiket bus di Terminal Tirtonadi, Solo. Bukan Mulyono, nama aslinya dikabarkan adalah Wakidi. Sebab, petigas di Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah mengaku tidak ada yang mengenal pria bernama Mulyono, teman Jokowi semasa berkuliah di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980.
Jokowi Ngaku Sempat Diberi Nama Mulyono
Jauh sebelum isu ini mencuat, jokowi sendiri sempat mengungkap soal nama Mulyono. Ia tak menampik jika sebutan Mulyono itu merupakan nama dirinya saat lahir.
Jokowi mengaku saat kecil tidak tahu namanya siapa. Namun seingat dia, saat kecil dia sering sakit -sakitan.
"Kan waktu kecil, ya nggak ngerti nama saya siapa. Yang jelas seingat saya nama kecil saat itu karena sakit-sakitan," ucap Jokowi saat ditemui wartawan di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara, Solo, Jumat (23/5).
Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo mengaku diberitahu oleh kedua orang tuanya ihwal nama Mulyono dan berganti menjadi Joko Widodo.
"Itu pun diceritain oleh orang tua, bahwa namanya dulu Mulyono. Kemudian karena sakit-sakitan diganti menajdk Joko Widodo Sudah setahu saya itu," ungkapnya.
Saat ditanyakan sejak kapan nama Mulyono berganti menjadi Joko Widodo, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tak mengetahui pasti. Namun ia memperkirakan nama Mulyono itu digunakan saat sebelum masuk ke Sekolah Dasar.
"Ya enggak tahu juga, tapi sebelum SD lah, sebelum SD," tandasnya