Job Fair: Banyak Pengangguran atau Orang Ingin Pindah Kerja?
Job fair atau pasar kerja masih banyak diminati oleh para pencari kerja.
Puluhan kilometer ditempuh Alex dari rumahnya, setelah dapat informasi ada Jobfair di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat. Tas hitam digendong di punggungnya, tersisipkan amplop cokelat berisikan secarik kertas putih, riwayat hidup sewaktu kuliah di Universitas Sumatera Utara.
Alex 'tebar jaring'. Sebagai seorang sarjana Matematika, Alex menyebar lamarannya ke banyak stand perusahaan. Berharap mendapat jawaban yang membuatnya tersenyum.
Menyandang status fresh graduate, impian Alex tidak muluk-muluk. Dia hanya ingin membuktikan kepada orang tua, bahwa perjuangan bertahun-tahun menimba ilmu, tidak sia-sia.
"Semua jurusan saya ambil. Kalau yang di luar jurusan ada yang back office kebanyakan, ada juga marketing," ucap Alex kepada merdeka.com, Rabu (4/6).
Sebetulnya pemuda kelahiran Medan itu, sudah menaruh standar jenis pekerjaan yang ingin digeluti. Alex memasang target bisa bekerja di bidang teknologi informasi atau IT, dan back office di perbankan. Namun semua kembali pada kenyataan.
"pasti (rela banting setir), harus rela apalagi demi cari kerja enggak boleh banyak milih-milih," ucap dia.
Jakarta, menjadi medan 'pertempuran' kedua bagi Alex. Sebelum hijrah ke Ibu Kota, Alex terlebih dahulu bergelut di Kota Medan. Ratusan perusahaan sudah dia ketuk, namun apa daya, semua belum rezeki.
Pemberitahuan email masuk silih berganti bertuliskan 'silakan coba lagi' membuatnya gusar. Belum lagi menghadapi orang-orang HRD yang memberi harapan palsu. Semua itu kenyang dijalani Alex.
Sudah terlalu sumpak dengan kondisi di Medan, Alex akhirnya memutuskan angkat kaki menuju Jakarta, kota megapolitan.
"Kalau di Medan itu banyak yang experience jadi susah. Kalau di sini peluang kerja lebih banyak. Memang ada lowongan juga di sana (ada) tapi lebih banyak kerja di sini," ucapnya dengan semangat.
Job Fair Bukan Formalitas
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengungkapkan bahwa job fair bukan event formalitas. Pernyataan itu merespons tudingan sejumlah pihak.
Yassierli mencontohkan bahwa job fair yang diselenggarakan Kemnaker beberapa waktu lalu benar adanya. Dia menyebut bursa kerja tersebut tidak hanya menyediakan lapangan pekerjaan, namun juga walk-in interview bagi peserta yang lolos seleksi.
"Percaya enggak kami kemarin mengundang 102 perusahaan semuanya formalitas? Percaya gak formalitas? Enggak ya," kata Yassierli kepada wartawan.
Dia menambahkan, bahwa event job fair yang diselenggarakan Kemnaker juga menyediakan ruang konsultasi bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan secara gratis.
"Jadi tidak hanya acara yang sifatnya itu, ini kita undang perusahaan, kemudian mereka membuka lowongan. Tentu saja tidak. Kita punya pengantar kerja. Ada seribu sekian kesempatan pencari kerja itu konsultasi secara offline," bebernya.