Pesona Nagari Pariangan, Desa Terindah di Dunia Bersanding dengan Swiss hingga Prancis
Nagari Pariangan dinobatkan media pariwisata New York sebagai salah satu desa terindah di dunia.
Nagari Paringan adalah sebuah nagari yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Nagari ini terletak di lereng Gunung Marapi yang berada di ketinggian 800 - 1000 mdpl, dengan menawarkan pesona alam pedesaan asri yang sulit ditandingi oleh daerah lain.
Menurut media pariwisata dari New York, Amerika, Travel Budget pada 2012 menobatkan Nagari Pariangan sebagai desa terindah di dunia bersama desa lainnya di dunia, seperti Niagara on The Lake di Kanada, Cresky Krumlov di Republik Ceko, Wengen di Swiss, Shirakawa-go di Jepang, dan Eze di Prancis.
Kemudian Pariangan juga dinobatkan menjadi Terbaik 1 pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Kategori Desa Berkembang pada 2022 pada program tahunan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Pariangan dapat ditempuh melalui perjalanan darat menggunakan kendaraan roda dua maupun empat. Waktu tempuhnya sekitar 90 menit dari Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, dan 3 jam dari Kota Padang, dan 90 menit dari Kota Bukittinggi.
Beberapa waktu lalu, merdeka.com menyambangi Nagari Pariangan, hamparan sawah berjenjang, deretan rumah warga berpadu dengan udara sejuk khas kaki Gunung Marapi menjadi suguhan pertama bagi siapa saja yang berkunjung.
Setiap sudutnya di nagari ini menyajikan pemandangan yang asri dan menenangkan, cocok untuk siapa saja yang ingin sejenak lepas dari hiruk pikuk kota atau rutinitas pekerjaan.
Kawa Daun
Apabila Anda ke Pariangan tidak lengkap jika tidak mencoba kawa daunnya. Kawa daun adalah minuman khas Minangkabau yang terbuat dari daun kopi yang diseduh seperti teh.
Penyajian kawa daun berbeda dengan minuman pada umumnya yang disajikan menggunakan gelas, kawa daun disajikan dalam tempurung kelapa yang dibelah dua. Bagian bawahnya diberi tatakan dari anyaman bambu, sehingga menghadirkan kesan klasik dan tradisional yang kuat. Minuman kawa daun ini diolah dalam berbagai varian, seperti kawa daun susu, original, hinggal kawa daun telur.
Kawa daun paling istimewa dinikmati di puncak Nagari Pariangan. Dari di atas puncak Anda dapat melihat alam terbuka yang membentang luas, sehingga menyuguhkan pemandangan sejauh mata memandang. Saat senja datang, hembusan angin berpadu dengan jingga langit yang membuat suasana di terasa begitu syahdu.
Tawarkan Situs Bersejarah yang Memikat Hati
Selain keindahan alamnya, Pariangan juga memiliki daya tarik lainnya seperti deretan Rumah Gadang, rumah adat Minangkabau yang khas dengan atap melengkung seperti tanduk kerbau.
Di sini Anda juga dapat menemukan Makam Tantejo Gurhano. Disadur dari website resmi kemenparekraf.go.id, Tantejo Gurhano merupakan sosok yang dipercayai masyarakat Minangkabau sebagai arsitek pertama dari rumah tradisional mereka, rumah gadang. Beliau dipercaya memiliki tubuh yang tinggi sehingga makamnya pun berukuran panjang.
Makam Tantejo Gurhano sendiri memiliki mitos unik, dimana panjangnya tidak dapat diukur karena setiap dilakukan pengukuran hasilnya selalu berbeda-beda.
Surau Kuno
Kemudian Tak jauh dari makam juga terdapat surau kuno yang sekarang dikenal dengan masjid Ishlah. Masjid ini berarsitektur Minangkabau dengan atap bertingkat dan menara yang menjulang tinggi. Masjid ini merupakan bangunan masjid pertama yang didirikan di nagari tersebut.
Di sekitar masjid juga terdapat Batu Lantak Tigo dan Prasasti Pariangan. Masih disadur dari kemenparekraf.go.id, batu Lantak Tigo merupakan formasi batuan yang membentuk segitiga dengan posisi batu pada ketinggian yang nyaris sama.
Masing-masing batu mewakili daerah asal asli suku Minangkabau. Batu pertama disebut batu Luhak Tanah Data. Kemudian batu lainnya adalah Batu Luhak Agam dan Batu Luhak Limo Puluah Koto.