84 Kloter Haji Berangkat dari Terminal 2F
Sebanyak 84 kloter jemaah haji 2026 akan diberangkatkan dari Terminal 2F Bandara Soetta. Fasilitas dan layanan telah disiapkan untuk kelancaran.
Angkasa Pura Indonesia memastikan seluruh proses keberangkatan jemaah haji 2026 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan dipusatkan di Terminal 2F. Skema ini diterapkan untuk mengintegrasikan layanan bagi puluhan ribu calon jemaah.
Sebanyak 84 kelompok terbang (kloter) dengan total 35.285 jemaah dijadwalkan berangkat secara bertahap mulai 22 April hingga 21 Mei 2026.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyatakan seluruh alur layanan telah disiapkan untuk mendukung kelancaran operasional.
"Kami telah menyiapkan alur layanan berbasis kloter di Terminal 2F serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan untuk mendukung proses keberangkatan yang tertib, lancar dan tepat waktu," kata Heru dikutip Antara, Senin (20/4/2026).
Layanan Terintegrasi dan Fasilitas Pendukung
Keberangkatan jemaah haji di Bandara Soekarno-Hatta berasal dari tiga embarkasi utama, yakni Banten, Jakarta–Bekasi, dan Jakarta–Pondok Gede. Seluruhnya akan dilayani melalui Terminal 2F yang telah dipersiapkan secara khusus.
Terminal tersebut memiliki luas sekitar 27.418 meter persegi dengan kapasitas layanan hingga 6,1 juta penumpang per tahun. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang tunggu berkapasitas hingga 3.000 orang, sistem layanan penumpang terintegrasi, serta masjid seluas 3.136 meter persegi yang mampu menampung sekitar 800 orang.
Selain itu, layanan Makkah Route kembali dihadirkan untuk mempermudah proses perjalanan jemaah.
"Untuk mendukung layanan tersebut, disiapkan 10 konter khusus di area steril terminal. Seluruh alur pelayanan dirancang secara sistematis, mulai dari kedatangan jemaah di bandara, penempatan berdasarkan kloter, proses pemeriksaan dokumen, hingga keberangkatan menuju pesawat," jelasnya.
Pengaturan Alur dan Komitmen Pelayanan
Pengelola bandara bersama pemangku kepentingan lainnya juga memastikan pengaturan alur keberangkatan dilakukan secara terstruktur guna menjaga kenyamanan jemaah selama berada di bandara.
Pengaturan tersebut mencakup tahapan kedatangan, pemeriksaan dokumen, hingga proses boarding yang disesuaikan dengan masing-masing kloter.
"Kami bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan guna mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman," kata dia.