Isak Tangis Keluarga Warnai Upacara Pemakaman Kopral Bagyo
Sebelum pemakaman, dilakukan upacara agama Kristen yang diikuti keluarga dan kerabat dekat.
Isak tangis keluarga dan kerabat mewarnai pemakaman jenazah Kopral Kepala Cpm (Purn) Partika Subagyo Lelono, atau akrab disapa Kopral Bagyo meninggal dunia pada Kamis (17/7) pukul 14.20 WIB.
Jenazah diberangkatkan dari rumah duka Kampung Sumpingan RT 01 RW 06, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari Solo ke pemakaman Astono Krembyongan, tak jauh dari rumah.
Sebelum pemakaman, dilakukan upacara agama Kristen yang diikuti keluarga dan kerabat dekat. Pukul 11.00 WIB, jenazah diberangkatkan ke pemakaman. Istri, anak, cucu dan kerabat lainnya nampak menitikkan air mata.
Ratusan pelayat juga datang dari kalangan media puluhan anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Solo dan kerabat lainnya.
"Ya saya merasa kehilangan dengan meninggalnya Pak Bagyo. Kami pernah sama-sama di PMI Surakarta, kadang dikirim ke lokasi bencana. Selamat jalan Pak Bagyo," ujar Sabar Gorky, pemanjat tebing dan pendaki gunung yang juga sahabat Kopral Bagyo, saat di temui merdeka.com di pemakaman.
Kopral Bagyo Kena Kanker Usus Sebelum Meninggal
Kopral Bagyo memiliki riwayat kesehatan yang serius sebelum meninggal dunia. Dia terkena kanker usus.
"Setahun terakhir memang beliau merasakan sakit di bagian usus besar. Jadi cancer di usus, sudah dipotong, tapi lukanya enggak bisa mampet. Jadi dia stresnya di situ," kata Ketua PMI Surakarta Sumartono Hadinoto kepada merdeka.com.
Pria berkumis tebal yang pernah menerima penghargaan sebagai tentara terkuat mengembuskan napas terakhir pukul 14.20 WIB di rumah Kampung Sumpingan RT 01 RW 06, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Kopral Bagyo yang setelah pensiun dari TNI, bekerja di PMI Surakarta terutama sebagai pengajar di Politeknik AKBARA Surakarta.
Menurut informasi yang diterima merdeka.com, jenazah Kopral Bagyo akan dimakamkan pada hari Jumat (18/7) pukul 11.00 WIB di pemakaman Astana Krembyongan, Kadipiro, Solo.
Kopral Bagyo lahir di Banyuwangi 14 Desember 1963, atau berusia 61 tahun. Satu jam sebelumnya akan diadakan upacara agama Kristen.
Kopral Bagyo meninggalkan seorang istri bernama Windari Murwani Pancaningsih, 2 orang anak dan 4 orang cucu.