Cerita Anak Kopral Bagyo, Perjuangan Keras Ayahnya Lawan Idap Kanker Usus Besar Sejak Awal 2024

Sang menceritakan jika penyakit yang diderita ayahnya tidak ada kaitannya dengan sejumlah aksi nyleneh selama masih aktif di TNI.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Cerita Anak Kopral Bagyo, Perjuangan Keras Ayahnya Lawan Idap Kanker Usus Besar Sejak Awal 2024
Cerita Anak Kopral Bagyo, Perjuangan Keras Ayahnya Lawan Idap Kanker Usus Besar Sejak Awal 2024 (Merdeka.com)

Pensiunan Anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Solo, Kopral Partika Subagyo Lelono atau akrab disapa Kopral Bagyo, meninggal dunia pada Kamis (17/7) pukul 14.20 WIB. Tentara nyentrik yang gemar melakukan aksi nyleneh itu ternyata mengidap kanker usus besar sejak awal 2024.

Ditemui merdeka.com di rumah duka, putra kedua almarhum, Gideon Yudho Bangun Partika menceritakan perihal sakit yang diderita ayahnya.

“Awal 2024 itu ternyata pak Bagyo itu mengidap kanker usus besar. Langsung ditangani di Januari 2024, diangkat, dan harus disediani kolostomi,” ujar Yudho.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Yudho yang juga anggota Denpom IV/4 Solo, Kopral Bagyo harus menjalani kemoterapi. Pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker dijalani hingga setahun.

“Mulai menjalani kemoterapi sampai 12 atau 13 kali sampai Desember,” katanya.

Usai kemoterapi, lanjut Yudho, oleh dokter kanker ayahnya dinyatakan sudah aman. Agar normal, dikatakannya, Kopral Bagyo harus menjalani operasi kembali.

“Sudah dinyatakan oleh dokter kalau kankernya sudah aman, akhirnya pak Bagyo dioperasi lagi untuk menjadi normal, dari kolostomi menjadi normal,” ungkapnya.

Akibat beberapa kali operasi di usus besar, lubang kolostomi hingga operasi bedah besarnya, ada beberapa jahitan dan karena faktor usia, menyebabkan pemulihan agak lambat. Hal tersebut menyebabkan kondisi kesehatan Kopral Bagyo tidak stabil.

“Kondisinya naik turun, sehat drop, sehat drop. Apalagi pak Bagyo sukanya aktivitas tinggi, jadi merasa sehat sendiri. Bersih bersih, masak sendiri gitu. Masih sempat nyopir, pergi dengan ibu kami cari sarapan setelah operasi yang kembali normal itu,” kisahnya.

Yudho juga menceritakan jika penyakit yang diderita ayahnya tidak ada kaitannya dengan sejumlah aksi nyleneh selama masih aktif di TNI. Terlebih sejak purna tugas 14 Desember 2016 Kopral Bagyo tidak pernah melakukan aksi yang mengandalkan kekuatan fisik.

“Setelah pensiun kan pak Bagyo sudah merawat cucu lah. Nggak tahu kenapa, karena mungkin pola makan dan sebagainya, dan mungkin memang jalannya pak Bagyo itu,” ujarnya.

Rekomendasi