Kopral Bagyo meninggal dunia karena sakit pada Kamis (17/7). Kopral Bagyo dikenal luas oleh masyarakat Indonesia karena aksi-aksinya yang kerap ekstrem, tak lazim dan bikin geleng-geleng kepala.
Beragam prestasi ditorehkannya sejak mengabdi di TNI pada 1983 lalu. Purnawirawan TNI AD bernama lengkap Kopral Kepala Cpm Partika Subagyo Lelono ini terakhir bertugas di Detasemen Polisi Militer IV/4 Solo, pernah meraih medali emas sebagai prajuit terkuat TNI AD dari Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen TNI Johannes Suryo Prabowo.
Setelah pensiun, sosoknya memang jarang muncul di publik. Namun ia masih terlihat cukup aktif di media sosial. Namun kini, kabar duka datang. Kopral Bagyo meninggal dunia akibat kanker usus yang dideritanya sejak 2024.
Merdeka.com mengumpulkan kenangan aksi-aksi ekstrem dan di luar nalar Kopral Bagyo, berikut ulasannya:
Advertisement
Kopral Bagyo sangat menaruh perhatian pada bahaya narkoba, terutama ancamannya ke kalangan tentara. Dia pernah menghebohkan Solo dengan kampanye anti-narkoba di Plaza Stadion Manahan Solo, pada 24 Februari 2016..
Sebelum melakukan orasi dia melakukan aksi jungkir balik atau koprol mengelilingi kolam. Kopral Bagyo mengenakan baret khas anggota Polisi Militer serta kaos sport lengkap dengan celana doreng dan sepatu PDL. Selanjutnya dia mencebur ke kolam.
Di dalam kolam, ia berdiri sembari mengibarkan bendera Merah Putih serta mengangkat tinggi dua papan poster bertuliskan "Bila prajurit TNI-Polri bernarkoba dan LGBT maka tinggal nunggu waktu hancurnya NKRI' dan 'Tingkatkan Bintal (pembinaan mental) hindarkan TNI-Polri dari narkoba dan LGBT'.
Keluar dari kolam, Kopral Bagyo langsung melakukan orasi di hadapan anggota linmas serta masyarakat umum yang kebetulan melintasi depan Stadion Manahan Solo. Dia menyatakan sangat prihatin digrebeknya sejumlah anggota TNI dan Polri yang terlibat dalam kasus peredaran narkoba. Dengan tegas, ia pun mengecam tindakan prajurit yang melanggar aturan tersebut.
"Kemarin melihat ada berita soal operasi penggrebekan kasus narkoba yang berhasil mengamankan beberapa anggota TNI dan Polri. Saya mendengar kasus itu sangat prihatin dan miris," kata dia kala itu.
Advertisement
Yang lebih mencengangkan, pernah pada peringatan Hari Juang Kartika di Ambarawa 2010, Kopral Subagyo 'rela' dipukuli oleh rekannya satu kompi. Kalau di TNI, satu kompi berkisar 100 orang prajurit.
"Saya meminta remaja-remaja polisi militer untuk menghajar saya," kata Subagyo. Menurut Subagyo, ada satu kompi prajurit yang memukuli tubuhnya, hingga 15 menit. Dia sanggup bertahan!
Subagyo berceloteh, kelebihan yang dia miliki itu karena berperilaku hidup sehat setiap hari. "Makan teratur, empat sehat lima sempurna," kata Subagyo kepada merdeka.com di kediamannya, Kadipiro, Solo.
Tetapi tentu ada resep khusus selain makan teratur empat sehat lima sempurna. Kopral Subago perlahan membuka rahasia. Apa itu? Ini rahasianya: minum telur kampung kuning dan putih telor sehari 15 butir.
Advertisement
Pada Mei 2016, Kopral Bagyo membuat heboh Jakarta. Sambil tetap menjalankan ibadah puasa, dia menjalankan aksi koprol di Monumen Nasional (Monas) Jakarta
Aksi ekstrem Kopral Bagyo dimulai sekitar pukul 08.20 WIB. Dengan mengenakan seragam loreng dan baret biru khas Polisi Militer, Kopral Bagyo melakukan aksinya dengan diiringi sejumlah relawan yang membawa sepanduk bertuliskan bahaya narkoba.
Aksi koprol di Monas dilakukan Kopral Bagyo untuk mengkampanyekan bahaya narkoba. Selain itu dalam rangka memeriahkan HUT POM AD ke-70.
Dia mengatakan, aksi koprol yang dilakukan sambil berpuasa di depan pintu Monas beralas batu konblok itu, membuat badannya sakit.
"Jangan salah lho. Jungkir balik di batu-batu gini, badan saya tetap sakit kok," tandas Kopral Bagyo.
Dia mengatakan, akan melakukan aksi serupa di Menara Eiffel, Paris, Prancis. Namun, sebelum itu, dia akan terlebih dulu memecahkan rekor di Monas.
"Saya ingin sekali jungkir balik di Menara Eiffel. Tapi mau pecahin rekor dulu di sini (Monas)," kata Bagyo.
Advertisement
Tidak cukup sampai di situ. Pernah, pada peringatan Hari TNI, 5 Oktober 2011, Subagyo melakukan aksi ekstrem di depan puluhan warga dan penarik becak di sekitar SD Marsudirini Solo. Dia minum minyak rem, mandi air cabai, dan mematikan api rokok dengan cara dikunyah.
Atraksi itu hanya berlangsung 15 menit, Bagyo memulai atraksi dengan meminum minyak rem, lalu mandi dengan air bercampur ulekan cabai. Setelah itu Bagyo menghampiri puluhan penarik becak yang memegang rokok menyala dan mengambil rokok itu satu per satu lalu mematikan apinya dengan cara dikunyah.
Advertisement
Kopral Bagyo pernah memecahkan rekor MURI dengan melakukan push up 9.260 kali selama 24 jam pada 2006. Tak hanya itu, pada 2012, ia koprol sebanyak 1.046 kali di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Solo.
Pada 2016, sebagai selebrasi pensiunnya, Kopral Partika Subagyo melakukan aksi bertajuk 1412 Gerakan Ngawal Kopral Pensiun.