Ini Permintaan Driver Ojol hingga Sejumlah Tokoh Publik yang Hadiri Sidang Nadiem Makarim
Selain itu, Ramond Dony Adam, yang lebih dikenal sebagai DJ Donny, seorang aktivis dan content creator, juga terlihat hadir di lokasi persidangan.
Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Program Digitalisasi Pendidikan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat (Tipikor Jakpus), Nadiem Makarim hadir dan mengajukan Eksepsi atau Nota Keberatan Pribadi terhadap Surat Dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum.
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan tokoh masyarakat, termasuk Bambang Harymurti, Natalia Soebagjo, serta beberapa profesor seperti Prof Dr Etty Indriati dan Prof Dr Winahyu Erwiningsih, turut hadir untuk memberikan dukungan kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) tersebut.
Pada kesempatan itu, Prof Dr Etty Indriati, seorang Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada dan penulis Buku Pola dan Akar Korupsi, mengungkapkan bahwa ia terbang dari Yogyakarta ke Jakarta sebagai bentuk dukungan terhadap Nadiem.
"Saya melihat kebijakan beliau yang inovatif dan progresif selama masa jabatannya, terutama digitalisasi yang sangat bermanfaat ketika pandemi COVID-19 dalam membantu proses belajar mengajar tetap berjalan," kata Etty dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (6/1).
"Saya berharap yang terbaik untuk Nadiem, dan saya yakin independensi Majelis Hakim dalam menimbang putusan secara adil, transparan sesuai hukum dan hati nurani," tambahnya.
Selain itu, Ramond Dony Adam, yang lebih dikenal sebagai DJ Donny, seorang aktivis dan content creator, juga terlihat hadir di lokasi persidangan.
Harapan Donny
Donny menyatakan harapannya agar kuasa hukum Nadiem dapat mengungkap lebih banyak fakta sehingga situasi menjadi lebih jelas.
"Orang yang hanya ingin bekerja dengan benar tidak seharusnya dikriminalisasi. Kita sudah cukup melihat kasus Pak Tom, Ibu Ira ASDP, dan lainnya," ungkapnya. Ia juga percaya bahwa Majelis Hakim akan memberikan keputusan yang adil, karena yang menjadi perhatian saat ini bukan hanya nasib satu orang, tetapi juga sistem hukum di Indonesia," tambah Donny.
Sementara itu, Mulyono, yang merupakan Mitra Driver pertama Gojek, bersama rombongan pengemudi ojek online, hadir di lokasi persidangan untuk memberikan dukungan kepada Nadiem Makarim.
"Kami di sini untuk menunjukkan solidaritas. Kami adalah pejuang aspal yang mengingat Mas Nadiem yang telah membuka jalan agar kami bisa mendapatkan nafkah dari Gojek," ucapnya.
"Dengan adanya Gojek, kami bisa bekerja, makan, menyekolahkan anak, dan menjaga dapur tetap menyala. Bagi kami, Mas Nadiem adalah orang baik. Kami hanya ingin hukum ditegakkan secara adil, jangan sampai orang yang salah dihukum," tutup Mulyono.