Gubernur Sumut Beri Kado Istimewa: Perbaikan Sekolah Pulau Terluar Sumut dan Tunjangan Guru di Nias
Gubernur Sumut Bobby Nasution menjanjikan perbaikan Sekolah Pulau Terluar Sumut di Nias dan tunjangan tambahan bagi guru, mengatasi kendala geografis dan fasilitas.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, memberikan "kado istimewa" bagi sekolah di pulau terluar Kepulauan Nias. Pengumuman ini disampaikan dalam perayaan Hari Guru Nasional 2025 secara virtual.
Kado tersebut mencakup janji perbaikan total untuk SMA Negeri 1 Satu Atap Pulau Simuk mulai tahun 2026. Selain itu, tunjangan daerah terpencil juga akan diberikan kepada para guru di sana.
Langkah ini diambil untuk mengatasi kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan serta masalah keterlambatan gaji guru. Bobby Nasution juga menginstruksikan pembangunan fasilitas ATM di pulau tersebut.
Kondisi Memprihatinkan Sekolah di Pulau Simuk
Kepala Sekolah SMAN 1 Satu Atap Pulau Simuk, Velisia Laia, menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution dalam perayaan Hari Guru Nasional 2025. Ia mengungkapkan kondisi bangunan sekolah yang memerlukan perbaikan segera.
Velisia menjelaskan bahwa beberapa bagian sekolah mengalami kerusakan parah, termasuk atap yang bocor. Kerusakan ini sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa setiap hari.
SMA Negeri 1 Satu Atap Pulau Simuk merupakan sekolah terpadu yang mencakup TK, SD, SMP, dan SMA di bawah pengelolaan satu wilayah. Lokasinya di Pulau Simuk, salah satu pulau paling terpencil di Sumut, menjadikannya sulit dijangkau.
Jaraknya sekitar 42 mil atau 65 kilometer dari Pelabuhan Teluk Dalam, Nias Selatan, dengan waktu tempuh enam jam menggunakan kapal laut. Kondisi geografis ini menambah tantangan dalam pengelolaan dan aksesibilitas sekolah.
Solusi Gubernur untuk Kesejahteraan Guru dan Fasilitas
Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Bobby Afif Nasution langsung memberikan solusi konkret untuk SMA Negeri 1 Satu Atap Pulau Simuk. Ia menjanjikan perbaikan menyeluruh pada bangunan sekolah mulai tahun 2026, sehingga tidak ada lagi bagian yang rusak.
Selain perbaikan infrastruktur, Bobby juga menegaskan penambahan tunjangan daerah terpencil bagi guru-guru yang mengajar di Pulau Simuk. Tunjangan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pendidik di wilayah terpencil.
Masalah keterlambatan gaji guru juga menjadi perhatian serius Gubernur Sumut. Velisia Laia sebelumnya mengeluhkan gaji harus dibawa secara tunai dari pulau lain dan bergantung pada kondisi cuaca karena ketiadaan fasilitas perbankan.
Untuk mengatasi hal ini, Gubernur Bobby menginstruksikan Bank Sumut membangun minimal fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Pulau Simuk. "Jangan sampai gajian gurunya harus tunggu cuaca. Kalau hujan, masak tak gajian,” tegas Bobby.
Sumber: AntaraNews