Gubernur Bobby Nasution Minta Kenaikan Gaji Guru Sumut Setiap Hardiknas untuk Sejahterakan Pendidik
Gubernur Sumut Bobby Nasution mendesak Dinas Pendidikan untuk menaikkan gaji guru, khususnya PPPK paruh waktu dan GTT, setiap Hardiknas demi meningkatkan kesejahteraan pendidik di wilayahnya.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini menjadi momentum penting bagi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution untuk menyuarakan peningkatan kesejahteraan guru. Dalam sebuah acara di Lapangan Astaka Dispora Provinsi Sumut, Gubernur Bobby secara tegas meminta Dinas Pendidikan setempat agar menaikkan gaji para guru secara berkala setiap tahun. Permintaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa para pendidik, terutama guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu (PW) dan guru tidak tetap (GTT), mendapatkan penghasilan yang layak dan sepadan dengan dedikasi mereka.
Bobby Nasution menekankan bahwa kenaikan gaji ini harus menjadi prioritas utama, mengingat pentingnya peran guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia bahkan secara spesifik membandingkan gaji guru dengan profesi lain, menegaskan bahwa kesejahteraan guru tidak boleh kalah dibandingkan dengan yang bukan guru. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi untuk menghargai profesi guru dan memastikan mereka dapat fokus pada tugas mengajar tanpa terbebani masalah finansial.
Saat ini, gaji guru PPPK PW di Sumut telah ditingkatkan menjadi sekitar Rp2 juta per bulan, sementara honor guru tidak tetap (GTT) sebesar Rp90 ribu per jam. Angka ini diharapkan terus meningkat setiap tahunnya, seiring dengan permintaan Gubernur Bobby Nasution. Langkah ini diharapkan dapat memotivasi para guru untuk terus memberikan yang terbaik dalam mendidik generasi muda Sumatera Utara.
Peningkatan Kesejahteraan Guru di Sumut Jadi Prioritas Utama
Gubernur Bobby Nasution secara eksplisit meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sumut untuk memastikan kenaikan gaji guru PPPK paruh waktu dan honor guru tidak tetap dilakukan secara berkala setiap tahun. Penekanan ini muncul dalam peringatan Hardiknas dan Gebyar Expo Pendidikan 2026 yang berlangsung di Lapangan Astaka Dispora Provinsi Sumut. Bobby menegaskan pentingnya kesejahteraan guru agar tidak kalah dibandingkan profesi lain.
Saat ini, guru PPPK paruh waktu telah menerima kenaikan gaji sekitar Rp2 juta per bulan, sementara honor guru tidak tetap ditetapkan sebesar Rp90 ribu per jam. Data Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2025 menunjukkan bahwa terdapat 47.127 guru yang mengajar di 2.086 sekolah tingkat SMA/SMK/SLB negeri, melayani total 697.939 siswa di seluruh Sumut. Angka ini menunjukkan skala besar tenaga pendidik yang membutuhkan perhatian serius terhadap kesejahteraan mereka.
Permintaan kenaikan gaji guru ini bukan hanya sekadar retorika, melainkan sebuah komitmen nyata dari pemerintah provinsi untuk menghargai dedikasi para pendidik. Dengan gaji yang lebih baik, diharapkan para guru dapat lebih fokus dalam menjalankan tugasnya tanpa khawatir akan masalah finansial. Ini juga menjadi langkah strategis untuk menarik lebih banyak talenta terbaik ke profesi guru di Sumatera Utara.
Fasilitas Pembelajaran Memadai Dukung Kualitas Pendidikan
Selain fokus pada peningkatan kesejahteraan guru, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas pembelajaran yang memadai. Gubernur Bobby Nasution menilai bahwa fasilitas yang baik merupakan faktor krusial agar siswa/siswi di Sumut mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang telah memiliki sarana pembelajaran lebih unggul. Ini adalah bagian dari upaya menyeluruh untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah tersebut.
Pemprov Sumut berkomitmen untuk memastikan ketersediaan fasilitas pembelajaran yang layak, sehingga anak-anak dapat belajar dengan optimal. Tujuannya adalah agar mereka tidak kalah saing dan mampu menjawab tuntutan deep learning yang kini digaungkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Konsep deep learning memerlukan sarana prasarana yang mendukung pembelajaran interaktif dan berbasis teknologi, sehingga investasi pada fasilitas menjadi sangat relevan.
Langkah ini menunjukkan visi jangka panjang pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi penerus yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Dengan fasilitas yang memadai dan guru yang sejahtera, diharapkan ekosistem pendidikan di Sumatera Utara dapat berkembang lebih pesat, menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Gebyar Expo Pendidikan 2026: Wadah Inovasi dan Apresiasi
Bersamaan dengan peringatan Hardiknas, Gubernur Bobby Nasution juga menyaksikan Gebyar Expo Pendidikan 2026 yang diisi dengan berbagai program inovatif. Acara ini mencakup Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), penandatanganan MoU dengan dunia usaha dan industri, serta peluncuran aplikasi Sumber Disdik. Inisiatif ini dirancang untuk mempermudah lulusan SMK agar dapat diterima di dunia usaha dan industri, menciptakan jembatan antara pendidikan dan dunia kerja.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Alexander Sinulingga, menjelaskan bahwa Gebyar Expo Pendidikan 2026 berlangsung selama tiga hari di Lapangan Astaka Dispora Provinsi Sumut. Acara ini berhasil mencatat rekor lukisan terbanyak yang dipajang di satu lokasi, serta diramaikan dengan berbagai perlombaan dan hiburan. Beberapa di antaranya adalah penampilan seni dari berbagai sekolah, festival band, kompetisi Mobile Legend, hingga penampilan artis nasional Idgitaf.
Diperkirakan total pengunjung Gebyar Expo Pendidikan 2026 mencapai 15 ribu orang selama tiga hari penyelenggaraan. Antusiasme masyarakat ini menunjukkan tingginya minat terhadap perkembangan pendidikan dan inovasi yang dihadirkan. Acara semacam ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi, tetapi juga sebagai platform untuk memotivasi siswa dan guru, serta memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak dalam ekosistem pendidikan.
Sumber: AntaraNews