FTAB UB Pertahankan Predikat WBBM Lima Tahun Berturut-turut, Jadi Percontohan Nasional
Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) kembali berhasil mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) selama lima tahun berturut-turut, menunjukkan komitmen kuat terhadap tata kelola bersih d
Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi gemilang. Mereka berhasil mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari KemenPAN-RB. Capaian ini menandai lima tahun berturut-turut FTAB UB meraih penghargaan tertinggi tersebut.
Pengumuman membanggakan ini disampaikan langsung di Malang, Jawa Timur, pada Jumat (13/2). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen FTAB UB dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Ini juga menunjukkan pelayanan publik yang prima di lingkungan akademik.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Widodo, menyatakan bahwa implementasi Zona Integritas adalah wujud dukungan terhadap visi pembangunan nasional. Predikat WBBM bukan hanya angka, melainkan langkah berkelanjutan merawat kepercayaan masyarakat.
Komitmen FTAB UB dalam Reformasi Birokrasi
Prof Dr Widodo menegaskan bahwa keberhasilan FTAB UB mempertahankan predikat WBBM membuktikan komitmen permanen. Perubahan budaya kerja di UB bukanlah tren sesaat, melainkan upaya berkelanjutan.
Predikat WBBM adalah standar tertinggi dalam reformasi birokrasi. Ini berarti FTAB tidak hanya bebas dari korupsi, tetapi juga memberikan pelayanan prima.
Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika Universitas Brawijaya. Reformasi birokrasi menantang perubahan kultur kerja yang sudah berjalan lama.
Inovasi dan Dampak FTAB UB untuk Masyarakat
Dekan FTAB UB, Prof Yusuf Hendrawan, mengungkapkan bahwa FTAB UB adalah yang pertama dan satu-satunya kampus yang mewakili Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sebagai penerima WBBM, FTAB berkomitmen terus berinovasi.
Inovasi yang dihasilkan diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mitra. Kinerja unit juga harus terus meningkat dan tidak boleh menurun.
FTAB telah melakukan digitalisasi sistem dan beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Mahasiswa FTAB bahkan sudah memiliki sertifikasi khusus AI.
Fakultas ini juga memiliki Centre of Excellent (CoE) dan corporate library. Dosen didorong menulis jurnal terindeks Scopus serta mengajar di luar negeri melalui program teaching fellowship.
Implikasi dan Harapan FTAB UB ke Depan
Mengenai implikasi WBBM terhadap kuota mahasiswa baru dan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Prof Widodo menjelaskan bahwa hal tersebut adalah kewenangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. UB tidak dapat menambah atau mengurangi kuota maupun UKT.
Universitas Brawijaya mencari pendanaan dari bidang usaha UB dan dana abadi. Dana ini digunakan untuk beasiswa dan operasional lainnya.
Prof Hendrawan menekankan bahwa WBBM bukanlah titik akhir, melainkan standar baru dalam pelayanan. Pihaknya bertekad menularkan semangat "Bersih Melayani" ke fakultas lain di UB.
Jika WBK membuktikan kejujuran, maka WBBM adalah bukti nyata kerja keras. Ini untuk memudahkan urusan masyarakat secara konkret.
Sumber: AntaraNews