Banyuwangi Raih Penghargaan STBM Kemenkes, Bupati Ipuk Sebut Wujud Kesadaran Masyarakat

Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang diraih Banyuwangi merupakan cerminan kesadaran kesehatan warga. Ini bukti Banyuwangi Raih Penghargaan STBM kategori Madya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banyuwangi Raih Penghargaan STBM Kemenkes, Bupati Ipuk Sebut Wujud Kesadaran Masyarakat
Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang diraih Banyuwangi merupakan cerminan kesadaran kesehatan warga. Ini bukti Banyuwangi Raih Penghargaan STBM kategori Madya. (AntaraNews)

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih daerahnya dalam bidang kesehatan lingkungan. Banyuwangi berhasil meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) kategori Madya dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata komitmen dan kesadaran masyarakat Banyuwangi terhadap pentingnya praktik kesehatan yang baik.

Selain pengakuan STBM, Banyuwangi juga dinobatkan sebagai salah satu kota sehat oleh Kementerian Kesehatan, dan mendapatkan penghargaan Kabupaten Sehat Swasti Saba kategori Padapa. Pencapaian ganda ini menunjukkan upaya berkelanjutan pemerintah daerah dan partisipasi aktif warga. Semua pihak berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh penduduk di wilayah tersebut.

Menurut Bupati Ipuk, penghargaan ini adalah hasil dari kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. "Ini merupakan kolaborasi semua pihak untuk bersama-sama menjaga kesehatan masing-masing, kesadaran yang patut untuk dijaga dan dikembangkan," kata Bupati Ipuk di Banyuwangi. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan.

Implementasi 5 Pilar STBM sebagai Kunci Keberhasilan

Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang menjadi dasar penghargaan ini mencakup verifikasi lapangan atas upaya penguatan implementasi lima pilar utama. Pilar-pilar ini dirancang untuk memastikan praktik sanitasi yang komprehensif di seluruh lapisan masyarakat Banyuwangi. Keberhasilan dalam menerapkan pilar-pilar ini menjadi faktor krusial mengapa Banyuwangi Raih Penghargaan STBM.

Lima pilar STBM tersebut meliputi: stop buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga. Setiap pilar memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Verifikasi ketat dilakukan untuk memastikan implementasinya berjalan efektif.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama masyarakat telah bekerja keras untuk memastikan setiap rumah tangga memahami dan menerapkan pilar-pilar ini. Edukasi dan fasilitas pendukung terus disediakan untuk meningkatkan kesadaran. Upaya kolektif ini telah membuahkan hasil signifikan dalam peningkatan kualitas sanitasi di seluruh wilayah Banyuwangi.

Banyuwangi Kabupaten Sehat: Sembilan Tatanan Penilaian

Penghargaan Kabupaten Sehat Anugerah Swasti Saba merupakan upaya untuk mengukur tingkat kesehatan sebuah kota secara holistik. Penilaian ini didasarkan pada pencapaian sembilan tatanan yang berbeda, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat. Banyuwangi berhasil memenuhi kriteria yang ketat dalam setiap tatanan ini.

Sembilan tatanan tersebut meliputi: kehidupan masyarakat yang sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar rakyat, perkantoran dan perindustrian, pariwisata sehat, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, serta pencegahan dan penanganan bencana. Setiap tatanan ini dikembangkan secara terintegrasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal.

"Sembilan tatanan tersebut terus kami kembangkan secara terintegrasi dengan berbagai OPD hingga instansi vertikal guna mewujudkan sebagai kota yang sehat, nyaman dan aman," kata Bupati Ipuk. Pendekatan terpadu ini memastikan bahwa aspek kesehatan tidak hanya terbatas pada sanitasi, tetapi juga merambah ke seluruh sendi kehidupan masyarakat. Ini menunjukkan komitmen Banyuwangi sebagai kota sehat yang menyeluruh.

Ajakan Bupati Ipuk untuk Menjaga Kualitas Kesehatan Berkelanjutan

Bupati Ipuk Fiestiandani mengingatkan bahwa penghargaan STBM bersifat fluktuatif dan dapat berubah setiap tahunnya, seiring dengan naik turunnya kualitas berbagai indikator penilaian. Oleh karena itu, ia berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan terkait serta masyarakat luas untuk terus menjaga kualitas kesehatan di lingkungannya masing-masing. Keberlanjutan adalah kunci utama.

Ipuk menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya kolektif. "Sebagaimana pesan Pak Menteri Kesehatan, mari kita mulai dengan menjaga pola makan kita, pola istirahat, gaya hidup sehat hingga olahraga. Semuanya turut berkontribusi dalam mewujudkan kota sehat," tutur Ipuk. Pesan ini menggarisbawahi tanggung jawab individu dalam menjaga kesehatan.

Upaya untuk mempertahankan predikat Banyuwangi sebagai kota sehat dan terus meningkatkan kualitas STBM memerlukan komitmen berkelanjutan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga peran aktif setiap warga. Dengan menjaga kebersihan dan menerapkan gaya hidup sehat, Banyuwangi dapat terus menjadi contoh daerah yang peduli terhadap kesehatan masyarakatnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi