FOTO: Imigrasi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional Berbasis AI di Tangerang
Dirjen Imigrasi mengungkap sindikat penipuan daring bermodus love scamming internasional yang beroperasi di Tangerang dengan memanfaatkan teknologi AI
Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkap praktik penipuan daring bermodus love scamming yang melibatkan puluhan warga negara asing di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan. Sebanyak 27 orang diamankan dalam rangkaian penggerebekan yang berlangsung pada 8 hingga 16 Januari 2026 di sejumlah kawasan perumahan.
Para pelaku diketahui berasal dari Republik Rakyat Tiongkok dan menjalankan aksinya dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Modus ini memungkinkan mereka menjangkau banyak korban secara bersamaan melalui aplikasi pesan instan.Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman menjelaskan bahwa sindikat menggunakan aplikasi berbasis AI bernama Hello GPT yang telah dimodifikasi untuk membalas pesan korban secara otomatis.
Teknologi tersebut membantu pelaku menjaga komunikasi intensif dengan banyak target sekaligus hingga tercipta kedekatan emosional. Dalam praktiknya, pelaku menyamar sebagai perempuan muda untuk menarik simpati korban. Setelah hubungan terbangun, korban diarahkan ke percakapan lanjutan melalui Telegram dan Line. Pada tahap berikutnya, korban dibujuk melakukan panggilan video bermuatan seksual yang direkam tanpa sepengetahuan mereka. Rekaman tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai alat pemerasan untuk memperoleh uang.
Berdasarkan hasil pendalaman, kerugian yang dialami korban dalam satu kasus dapat mencapai setara satu hingga dua juta won.Imigrasi menyebut jaringan ini tidak menyasar warga di dalam negeri, melainkan menargetkan korban dari luar Indonesia, dengan warga negara Korea Selatan sebagai target utama.
Sebelum menjalankan aksinya, para pelaku terlebih dahulu mengumpulkan data pribadi dan nomor kontak calon korban untuk mempermudah pendekatan.Pengungkapan ini menambah daftar kasus kejahatan siber lintas negara yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas jangkauan dan mempercepat operasi penipuan.