OJK Peringatkan: Love Scam Jadi Tren Kejahatan Finansial Digital yang Meningkat Pesat
OJK soroti love scam sebagai tren kejahatan finansial digital yang meningkat. Penipuan berkedok asmara ini telah merugikan masyarakat hingga puluhan miliar rupiah, dengan dampak psikologis serius.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan peringatan serius mengenai peningkatan tren kejahatan finansial digital yang dikenal sebagai love scam. Modus penipuan berkedok asmara ini menjadi perhatian utama karena dampaknya yang meluas secara global. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa love scam kini menjadi salah satu ancaman terbesar.
Di Indonesia, kasus love scam baru-baru ini terungkap di Yogyakarta, melibatkan sindikat internasional yang beroperasi di Kabupaten Sleman. Kepolisian Resor Kota Yogyakarta berhasil membongkar praktik penipuan ini melalui operasi tangkap tangan. Penangkapan tersebut dilakukan di kantor PT Altair Trans Service pada Senin, 5 Januari, pukul 13.00 WIB.
Sindikat ini memanfaatkan aplikasi kencan daring, kloningan dari aplikasi asal China bernama WOW, untuk menjerat korbannya. Para pelaku memanipulasi emosi korban dengan berpura-pura menjalin hubungan spesial, kemudian meminta transfer sejumlah uang. Korban, yang mayoritas warga negara asing, mengalami kerugian finansial besar serta dampak psikologis mendalam.
Modus Operandi Love Scam Jaringan Internasional
Praktik penipuan love scam yang terungkap di Sleman menunjukkan pola kerja terstruktur. Pegawai PT Altair Trans Service dipekerjakan sebagai admin percakapan, berperan sebagai perempuan yang disesuaikan dengan negara asal korban. Mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau melakukan top up.
Koin atau top up tersebut digunakan untuk mengirimkan hadiah (gift) di dalam aplikasi. Setelah pengguna mengirim gift, para admin kemudian secara bertahap mengirimkan konten berupa foto dan video bermuatan pornografi. Pengguna yang menjadi target sindikat ini merupakan warga negara asing dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.
Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, menjelaskan bahwa para scammer ini menargetkan korban di berbagai negara melalui internet dan aplikasi. Hal ini menjadikan kejahatan love scam sebagai risiko lintas batas yang sangat tinggi. Korban dimanipulasi secara emosional, merasa memiliki hubungan khusus, dan akhirnya dibujuk untuk mentransfer sejumlah uang.
Akibatnya, korban secara sukarela kehilangan uang dalam jumlah yang sangat besar karena merasa memiliki ikatan spesial dengan lawan jenis. Selain kerugian finansial, mereka juga mengalami dampak psikologis yang parah. Manipulasi emosional ini seringkali sulit untuk disembuhkan, meninggalkan trauma mendalam bagi para korban.
Dampak Kerugian dan Upaya Pencegahan OJK
Kerugian akibat love scam di Indonesia telah mencapai angka yang signifikan. Hingga akhir tahun 2025, Indonesia Anti Scam Center telah menerima 3.494 laporan kerugian masyarakat akibat modus penipuan ini. Total kerugian yang tercatat mencapai Rp49,19 miliar, menunjukkan skala masalah yang serius.
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus berupaya menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar waspada. Modus penipuan terus berevolusi dan berinovasi, termasuk dalam bentuk love scam yang semakin canggih. Satgas PASTI memanfaatkan berbagai kanal komunikasi untuk menjangkau masyarakat luas.
Pesan-pesan anti-scam disebarkan melalui media sosial, media massa, sarana transportasi massal, dan podcast. Selain itu, informasi pencegahan juga ditampilkan langsung di kanal perbankan seperti ATM dan aplikasi mobile banking. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan finansial.
OJK secara konsisten mengajak seluruh masyarakat untuk terus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Penting bagi setiap individu untuk mengenali berbagai hal manipulatif, terutama yang terkait dengan love scam. Edukasi dan kehati-hatian menjadi kunci utama dalam melindungi diri dari ancaman kejahatan finansial digital ini.
Sumber: AntaraNews