Fakta Unik HUT ke-70 Ika SKMA: Dishut Kalsel dan Alumnus Gencarkan Kolaborasi Rehabilitasi Hutan Kalsel
Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel berkolaborasi dengan Ikatan Alumni SKMA Kalsel menggencarkan **Rehabilitasi Hutan Kalsel** di momen HUT ke-70 Ika SKMA. Simak detail aksi pelestarian alam ini!
Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan dan Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (Ika SKMA) Kalsel telah memperkuat sinergi. Kolaborasi ini bertujuan untuk menggencarkan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) demi pelestarian alam di wilayah tersebut. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan.
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, memimpin langsung penanaman pohon di Bukit Batu Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar. Kegiatan penting ini juga sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Ika SKMA Kalsel. Acara dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk UPT Kementerian Kehutanan, menandai momen bersejarah.
Kawasan penanaman di Bukit Batu Tahura Sultan Adam diharapkan menjadi ikon pelestarian hutan di Kabupaten Banjar. Kolaborasi ini menjadi simbol semangat kebersamaan yang kuat dalam menjaga dan melestarikan hutan. Ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, alumnus sekolah kehutanan, dan instansi pusat.
Sinergi Kuat untuk Pelestarian Hutan Kalimantan Selatan
Kolaborasi antara Dishut Kalsel dan Ika SKMA Kalsel menjadi pilar utama dalam upaya pelestarian hutan. Kemitraan ini menunjukkan bahwa berbagai elemen masyarakat dapat bersatu demi tujuan lingkungan. Alumnus sekolah kehutanan memiliki peran krusial dalam mendukung program pemerintah daerah.
Fathimatuzzahra menekankan pentingnya peran alumnus sekolah kehutanan dalam mendukung program pemerintah daerah. Mereka diharapkan menjadi contoh teladan dalam pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan. "Dalam momen HUT Ke-70 Ika SKMA Kalsel, alumni kehutanan harus menjadi contoh teladan dalam segala hal yang berkaitan dengan kehutanan, baik dalam penanaman, pengelolaan, maupun pelestarian lingkungan," ujarnya.
Pentingnya kawasan Tahura Sultan Adam sebagai ikon pelestarian hutan tidak hanya terletak pada keindahan alamnya. Namun juga pada fungsinya sebagai paru-paru dunia dan habitat bagi keanekaragaman hayati. Upaya **rehabilitasi hutan Kalsel** di lokasi ini sangat strategis untuk masa depan lingkungan.
Dishut Kalsel juga berharap setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan memiliki lokasi tanam. Selain itu, UPT diharapkan bertanggung jawab penuh atas pemeliharaannya. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan upaya rehabilitasi hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.
Komitmen Berkelanjutan dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Kepemilikan lokasi tanam dan tanggung jawab pemeliharaan membutuhkan komitmen bersama dari semua pihak. Hal ini sangat penting, khususnya untuk melaksanakan setiap aksi penanaman pohon secara konsisten. Komitmen ini akan memastikan bahwa setiap upaya tidak berhenti di tengah jalan.
Kegiatan penanaman pohon bersama ini dihadiri oleh perwakilan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Seluruh anggota dan alumnus SKMA Kalsel dari berbagai angkatan turut serta. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap program rehabilitasi hutan.
Fathimatuzzahra menegaskan bahwa semangat tanggung jawab dan keberlanjutan adalah kunci keberhasilan. "Kalau sudah memulai, maka harus diselesaikan sampai akhir. Semangat tanggung jawab dan keberlanjutan yang menjadi kunci keberhasilan upaya rehabilitasi hutan," tegasnya. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya dedikasi jangka panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan **rehabilitasi hutan Kalsel** dapat terus berjalan. Upaya ini bukan hanya sekadar penanaman pohon, tetapi juga investasi jangka panjang untuk lingkungan dan generasi mendatang. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan.
Sumber: AntaraNews