Fakta Menarik: Blank Spot Hilang Total, Kabupaten Solok Dapat Usulan Penambahan Tower BTS Telkomsel Jadi 12 Titik
Pemerintah Kabupaten Solok mengapresiasi usulan penambahan Tower BTS Solok dari anggota DPR RI Andre Rosiade. Targetnya, blank spot hilang total pada 2025. Simak detailnya!
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, menunjukkan apresiasi tinggi terhadap usulan penambahan infrastruktur telekomunikasi di wilayahnya. Usulan ini datang dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, yang merekomendasikan penambahan enam tower Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi masalah blank spot yang masih menjadi kendala di beberapa daerah.
Dukungan tersebut disambut baik oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, yang secara langsung menyampaikan terima kasih atas upaya Andre Rosiade dan Telkomsel. Sebelumnya, enam titik pembangunan BTS telah diusulkan, dan lima di antaranya kini sudah beroperasi penuh. Satu tower lagi di Garabak Data, meskipun sudah terbangun, masih menunggu proses aktivasi yang diperkirakan selesai dalam satu bulan ke depan.
Dengan adanya usulan penambahan enam titik baru ini, total tower BTS yang akan beroperasi di Kabupaten Solok mencapai dua belas titik. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses komunikasi, mendorong kemajuan daerah di sektor pendidikan, ekonomi, serta meningkatkan layanan publik secara keseluruhan. Target ambisius pun dicanangkan agar Kabupaten Solok bebas dari blank spot pada tahun 2025.
Upaya Atasi Blank Spot di Solok
Sebelumnya, Kabupaten Solok telah menerima bantuan pembangunan enam tower BTS Telkomsel berkat usulan dari Andre Rosiade. Dari jumlah tersebut, lima tower telah berfungsi optimal, sementara satu tower di Garabak Data sedang dalam tahap akhir persiapan operasi. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyatakan, "Lima tower sudah beroperasi, satu lagi di Garabak Data tinggal menunggu operasi dalam satu bulan ke depan. Hari ini kami usulkan lagi enam titik tambahan."
Apresiasi serupa juga datang dari masyarakat Kabupaten Solok yang merasakan langsung dampak positif dari keberadaan tower-tower tersebut. Jon Firman Pandu menambahkan, "Mudah-mudahan yang masih kurang akan terus didukung." Komitmen ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan akses telekomunikasi.
Andre Rosiade, sebagai perwakilan rakyat dari Sumatera Barat, menegaskan bahwa pemerataan jaringan telekomunikasi adalah prioritas. Ia mengungkapkan, "Dari enam usulan itu, ke enamnya sudah terbangun. Lima sudah operasi, satu lagi dalam proses di Garabak Data, tapi towernya sudah siap. Insyaallah butuh satu bulan lagi baru bisa operasi." Pernyataan ini menunjukkan progres signifikan dalam upaya mengatasi masalah blank spot.
Usulan penambahan enam titik baru ini merupakan kelanjutan dari komitmen Andre Rosiade untuk mempercepat pembangunan. "Hari ini Bupati Jon Firman Pandu menambahkan enam titik lagi. Inilah komitmen kami, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, partainya Presiden RI Bapak Prabowo Subianto,” ujar Andre, menegaskan dukungan penuh dari fraksinya.
Target Ambisius Telkomsel dan Dukungan DPR RI
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, turut menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung penuh pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Kabupaten Solok. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk kepentingan masyarakat. "Kita akan selalu berkolaborasi untuk sama-sama membela kepentingan rakyat," kata Nugroho.
Target yang dicanangkan Telkomsel cukup ambisius namun realistis. Nugroho secara tegas menyatakan, "Tahun 2025, Kabupaten Solok tidak boleh ada blank spot lagi." Pernyataan ini menjadi pemicu semangat bagi semua pihak terkait untuk bekerja lebih keras demi mencapai tujuan tersebut. Upaya ini bukan hanya tentang ketersediaan sinyal, tetapi juga tentang membuka peluang baru bagi masyarakat.
Dengan akses komunikasi yang merata, Kabupaten Solok diharapkan dapat mengalami kemajuan pesat di berbagai sektor. Sektor pendidikan akan terbantu dengan akses informasi yang lebih mudah, ekonomi lokal dapat tumbuh melalui transaksi digital, dan layanan publik akan lebih efisien. Penambahan Tower BTS Solok ini menjadi fondasi penting bagi transformasi digital daerah.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPR RI, dan penyedia layanan telekomunikasi seperti Telkomsel adalah kunci keberhasilan proyek ini. Sinergi ini memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran, menjangkau area-area yang sebelumnya terisolasi dari jaringan komunikasi modern.
Sumber: AntaraNews