Warga Nagari Garabak Data, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, akan segera merasakan kemudahan akses komunikasi berkat pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel. Upaya ini merupakan hasil lobi intensif dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, yang membidangi Kementerian BUMN. Kehadiran BTS ini diharapkan dapat mengatasi kendala sinyal yang selama ini menjadi permasalahan utama bagi masyarakat setempat.
Pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini direncanakan akan beroperasi penuh pada Oktober 2025. Sebelumnya, daerah tersebut dikenal sebagai area blank spot, di mana warga harus mencari lokasi tinggi atau perbukitan hanya untuk mendapatkan sinyal telepon atau internet. Inisiatif ini menjadi jawaban atas janji Andre Rosiade kepada masyarakat yang telah lama menantikan adanya pemancar sinyal di wilayah mereka.
Peran aktif dari Bupati Solok, Jon Firman Pandu, juga turut mendukung kelancaran proses lobi dan pembangunan BTS ini. Selain di Nagari Garabak Data, Telkomsel secara umum akan membangun enam BTS di Kabupaten Solok pada tahun 2025. Lima di antaranya sudah beroperasi, dan satu di Nagari Garabak Data masih dalam tahap penyempurnaan, menunjukkan komitmen untuk pemerataan akses digital.
Advertisement
Advertisement
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, berhasil melobi Telkomsel untuk menghadirkan jaringan telekomunikasi di Nagari Garabak Data, Kabupaten Solok. Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini terisolasi dari akses komunikasi modern. Andre Rosiade menegaskan bahwa pembangunan BTS ini merupakan janji yang telah ia sampaikan kepada warga setempat.
“Insyaallah Oktober 2025 BTS Telkomsel akan beroperasi secara penuh di Nagari Garabak Data, Kabupaten Solok,” kata Andre Rosiade di Kabupaten Solok, Minggu. Pernyataan ini memberikan kepastian dan harapan baru bagi penduduk yang sebelumnya kesulitan berinteraksi dengan dunia luar.
Pembangunan BTS ini sangat krusial mengingat kondisi geografis Nagari Garabak Data yang terpencil. Ketiadaan pemancar sinyal membuat warga harus berjuang keras hanya untuk melakukan panggilan telepon atau mengakses internet. Lobi dari pihak DPR ini menjadi jembatan penting untuk memastikan pemerataan infrastruktur digital hingga ke pelosok negeri.
Advertisement
Advertisement
Kehadiran BTS Telkomsel di Nagari Garabak Data akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menjelaskan bahwa pembangunan ini akan mempermudah komunikasi warga dengan dunia luar. Sebelumnya, warga harus mencari tempat-tempat yang tinggi atau perbukitan apabila ingin menelepon, sebuah rutinitas yang merepotkan dan tidak efisien.
“Sebelum adanya BTS, ketika anak-anak sekolah akan ujian terutama di masa pandemi mereka harus pergi ke perbukitan agar terhubung ke jaringan internet,” ujar Jon Firman Pandu. Situasi ini menunjukkan betapa vitalnya akses internet bagi sektor pendidikan, terutama di era digital saat ini.
Dengan beroperasinya BTS, anak-anak sekolah dapat belajar dan mengikuti ujian daring dengan lebih mudah, tanpa harus menghadapi kendala geografis. Kemudahan akses ini juga akan mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, membuka peluang baru serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Advertisement
Advertisement
Secara keseluruhan, Telkomsel di bawah naungan Kementerian BUMN berkomitmen untuk membangun enam BTS di Kabupaten Solok pada tahun 2025. Lima di antaranya sudah beroperasi, dan satu di Nagari Garabak Data masih dalam tahap penyempurnaan. Ini menunjukkan upaya berkelanjutan untuk memperluas jangkauan layanan telekomunikasi di wilayah tersebut.
Upaya kolaborasi antara Komisi VI DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Solok, khususnya Bupati Jon Firman Pandu, sangat berperan dalam percepatan pembangunan infrastruktur ini. Sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif daerah menjadi kunci keberhasilan proyek-proyek strategis seperti ini.
Tidak berhenti di situ, pada tahun 2026, Kabupaten Solok kembali mengupayakan pembangunan enam BTS di sejumlah titik yang masih mengalami blank spot. Rencana jangka panjang ini menunjukkan komitmen serius untuk memastikan seluruh wilayah Kabupaten Solok memiliki akses telekomunikasi yang memadai, sehingga tidak ada lagi daerah yang tertinggal dalam hal konektivitas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews