Legislator Fasilitasi Pembangunan Sembilan BTS Trenggalek, Atasi Blank Spot dan Tingkatkan Akses Digital
Anggota Komisi VII DPR RI memfasilitasi pembangunan sembilan menara BTS Trenggalek di area blank spot. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akses telekomunikasi dan layanan publik di Kabupaten Trenggalek.
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan blank spot di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Ia memfasilitasi pembangunan sembilan menara Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit sinyal. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan akses telekomunikasi bagi masyarakat luas.
Penyerahan simbolis sembilan tower ini dilakukan di Balai Desa Siki, Kecamatan Dongko, sebagai bagian dari kunjungan kerja Novita Hardini. Tiga dari sembilan titik sinyal baru tersebut berlokasi di Kecamatan Dongko, menunjukkan fokus pada area yang paling membutuhkan. Kerjasama dengan Telkomsel dipilih karena statusnya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang strategis.
Keberadaan BTS baru ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan bagi berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari pelajar yang membutuhkan internet untuk belajar daring, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis, hingga perangkat desa dalam mempercepat layanan administrasi. Peningkatan infrastruktur telekomunikasi menjadi kunci kemajuan daerah.
Pemerataan Akses Digital di Trenggalek
Novita Hardini menjelaskan bahwa pemilihan Telkomsel sebagai mitra didasarkan pada perannya sebagai BUMN yang vital. Penguatan infrastruktur telekomunikasi nasional melalui BUMN dianggap sebagai langkah strategis. Ini memastikan bahwa pembangunan jaringan seluler tetap berada dalam kendali negara untuk kepentingan publik.
Manfaat pembangunan BTS Trenggalek ini sangat luas, khususnya bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses internet. Pelajar dapat lebih mudah mengikuti pembelajaran daring, sementara UMKM bisa memperluas jangkauan pasar mereka. Ketersediaan sinyal yang stabil adalah fondasi penting bagi ekonomi digital.
Sebelumnya, beberapa desa mengalami hambatan serius dalam layanan administrasi kependudukan akibat keterbatasan jaringan internet. Proses pelayanan menjadi lambat dan kurang efisien, menghambat kinerja pemerintahan desa. Dengan adanya BTS baru, kendala ini diharapkan dapat teratasi secara signifikan.
Novita berharap penambahan tower ini tidak hanya mempercepat layanan publik tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Akses internet yang baik membuka peluang baru bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi lokal. Ia juga berkomitmen untuk terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur serupa di wilayah lain.
Perluasan Jaringan Telkomsel dan Dampaknya
Branch Manager Telkomsel Wilayah Madiun dan Trenggalek menyebutkan penambahan sembilan BTS tersebut melengkapi infrastruktur yang sudah ada. Dengan tambahan ini, total titik tower Telkomsel di Trenggalek mencapai 146 titik. Ini menunjukkan komitmen Telkomsel dalam memperluas jangkauan layanannya.
Sembilan titik baru ini secara spesifik difokuskan pada area yang sebelumnya belum terjangkau sinyal atau memiliki kualitas sinyal yang belum optimal. Strategi ini memastikan bahwa investasi infrastruktur benar-benar menyasar wilayah yang paling membutuhkan. Hal ini akan mengurangi kesenjangan digital antar wilayah.
Pihak Telkomsel berharap penambahan infrastruktur ini dapat memperluas akses komunikasi bagi seluruh warga Trenggalek. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mendukung percepatan layanan digital di daerah. Transformasi digital menjadi lebih mudah diwujudkan dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
Ketersediaan jaringan yang kuat dan stabil adalah prasyarat utama untuk berbagai inisiatif digital. Mulai dari e-government, e-learning, hingga e-commerce, semuanya bergantung pada konektivitas. Pembangunan BTS Trenggalek ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan digital Trenggalek.
Sumber: AntaraNews