Fakta Menarik: Pemprov Sulbar Targetkan Tuntaskan 196 Desa Blank Spot, Apa Saja Tantangannya?
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen menuntaskan 196 desa blank spot di seluruh wilayahnya. Bagaimana strategi pemerintah untuk mengatasi masalah sinyal internet ini dan kapan targetnya?
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) menunjukkan komitmen kuat untuk mengatasi permasalahan konektivitas di wilayahnya. Sebanyak 196 desa di seluruh kabupaten di Sulbar masih masuk kategori belum terjangkau sinyal internet atau mengalami lemah sinyal 4G.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan bahwa penuntasan wilayah desa blank spot Sulbar ini menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan demi pemerataan akses informasi dan mendukung transformasi digital di berbagai sektor.
Data terbaru dari Dashboard Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Kementerian Komunikasi dan Digital per Januari 2025 menunjukkan bahwa 30,25 persen wilayah Sulbar masih menghadapi kendala sinyal internet. Kebutuhan jaringan yang mendesak ini mendorong Pemprov Sulbar untuk segera mengambil langkah konkret.
Data dan Sebaran Desa Blank Spot di Sulbar
Berdasarkan data PMT per Januari 2025, dari 196 desa yang bermasalah, terdapat 118 desa yang benar-benar masuk kategori blank spot, sementara 78 desa lainnya mengalami lemah sinyal internet seluler 4G. Desa-desa ini tersebar di enam kabupaten di Sulawesi Barat, menunjukkan skala permasalahan yang cukup luas.
Rincian sebaran desa blank spot Sulbar dan lemah sinyal per kabupaten adalah sebagai berikut:
- Kabupaten Pasangkayu: 5 desa blank spot dan 16 desa lemah sinyal.
- Kabupaten Mamuju: 35 desa blank spot dan 8 desa lemah sinyal.
- Kabupaten Mamasa: 35 desa blank spot dan 8 desa lemah sinyal.
- Kabupaten Polewali Mandar: 27 desa blank spot dan 9 desa lemah sinyal.
- Kabupaten Majene: 7 desa blank spot dan 11 desa lemah sinyal.
- Kabupaten Mamuju Tengah: 9 desa blank spot dan 26 desa lemah sinyal.
Meskipun demikian, infrastruktur pendukung berupa tower BTS di Sulbar saat ini mencapai 622 unit dengan total 2.442 site. Kabupaten Polewali Mandar memiliki site terbanyak (822), diikuti Mamuju (455), Majene (302), Mamuju Tengah (267), Pasangkayu (393), dan Mamasa (202).
Strategi dan Komitmen Pemprov Sulbar
Muhammad Ridwan Djafar menjelaskan bahwa pemerintah pusat tidak dapat mengerjakan penuntasan area desa blank spot Sulbar secara sekaligus, melainkan harus bertahap. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemprov Sulbar dalam mempercepat pemerataan akses internet.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov Sulbar melalui Diskominfo Sulbar membangun kolaborasi erat dengan pemerintah kabupaten. Tujuannya adalah untuk mendorong percepatan penanganan titik blank spot dan lemah sinyal di seluruh wilayah Sulbar.
Pemprov dan Pemkab terus mengupayakan perluasan pembangunan infrastruktur telekomunikasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital. Program zero blank spot wilayah Sulbar menjadi solusi yang dihadirkan untuk fasilitas layanan publik yang belum terkoneksi jaringan internet.
Melalui program ini, Pemprov Sulbar menargetkan secara bertahap tidak ada lagi desa di Sulbar yang tertinggal dari akses layanan internet. Meskipun program yang disediakan belum berbasis 4G seluler sepenuhnya, pemerintah menyediakan internet yang dapat digunakan bersama masyarakat setempat dengan mendekati area Wi-Fi yang tersedia di pusat keramaian desa.
Sumber: AntaraNews