Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah, telah menerima bantuan penting untuk mengatasi masalah konektivitas di wilayahnya. Bantuan ini berupa pembangunan menara telekomunikasi di tiga lokasi berbeda, yang dijadwalkan akan terealisasi pada tahun 2025. Inisiatif ini datang dari Kementerian Dalam Negeri, dengan tujuan utama memberantas area blankspot yang masih banyak ditemukan di Kabupaten Buol.
Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menjelaskan bahwa tiga titik lokasi yang akan menjadi fokus pembangunan menara telekomunikasi adalah Desa Lakea, Desa Lonu, dan Desa Bulagidun. Pembangunan infrastruktur ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat Buol memiliki akses komunikasi yang merata. Kehadiran menara ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan informasi dan layanan digital.
Sebagai langkah awal, pembangunan menara telekomunikasi di Desa Lonu, Kecamatan Bunobogu, sudah mulai dilaksanakan berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah. Sementara itu, untuk dua lokasi lainnya, yaitu Desa Lakea dan Bulagidun, proses pembangunan masih dalam tahap menunggu kelanjutan. Pemkab Buol juga berencana untuk mengusulkan pembangunan serupa pada tahun 2026, guna terus memperluas jangkauan layanan telekomunikasi.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Akses Komunikasi dan Penanganan Blankspot
Pembangunan menara telekomunikasi ini menjadi prioritas utama bagi Pemkab Buol dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Wilayah blankspot yang selama ini menjadi kendala komunikasi dan akses informasi diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Bupati Risharyudi Triwibowo mengungkapkan, “Harapannya dengan adanya tower telekomunikasi ini dapat mengurangi titik blankspot di Kabupaten Buol dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berkomunikasi.”
Sebelum pembangunan dilaksanakan, pemerintah daerah telah mengeluarkan rekomendasi kepada pihak ketiga, yaitu PT Daya Mitra Telekomunikasi, untuk pelaksanaan di lapangan. Proses ini memastikan bahwa pembangunan menara telekomunikasi dilakukan sesuai dengan standar dan kebutuhan wilayah. Keberadaan menara ini sangat krusial dalam mendukung peningkatan kualitas layanan telekomunikasi serta perluasan jaringan komunikasi di seluruh Kabupaten Buol.
Pemerintah daerah optimis bahwa proyek ini akan membawa dampak positif yang besar. “Tentunya keberadaan menara telekomunikasi di Buol diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan komunikasi dan internet,” ujar Bupati Risharyudi. Peningkatan akses ini tidak hanya akan memudahkan komunikasi sehari-hari, tetapi juga membuka peluang baru dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan melalui konektivitas internet.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pusat dan Kajian Teknis Pembangunan
Pembangunan menara telekomunikasi di Buol merupakan hasil kolaborasi dan dukungan kuat dari Pemerintah Pusat. Bupati Risharyudi Triwibowo menyampaikan apresiasinya, “Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Pusat yang sudah membantu Pemkab Buol melalui pengadaan jaringan telekomunikasi utamanya di daerah blankspot.” Dukungan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pemerataan infrastruktur digital di seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil.
Sebelum penetapan lokasi pembangunan, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Buol telah melakukan kajian dan pertimbangan teknis yang mendalam. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa lokasi yang diajukan layak untuk pembangunan menara telekomunikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses ini menjamin bahwa setiap menara dibangun di lokasi yang strategis dan efektif untuk menjangkau area blankspot.
Langkah-langkah terukur ini menunjukkan keseriusan Pemkab Buol dalam mengatasi kesenjangan digital. Dengan adanya menara telekomunikasi baru, diharapkan masyarakat Buol dapat menikmati layanan komunikasi dan internet yang lebih stabil dan cepat. Ini akan mendukung berbagai aktivitas, mulai dari pembelajaran daring, transaksi ekonomi digital, hingga akses informasi kesehatan yang vital, sehingga mendorong kemajuan daerah secara keseluruhan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews