Dramatis! Kronologi Ledakan Kapal di Makassar yang Bikin ABK Terjun ke Laut
Kejadian di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, pada Selasa (3/2), berubah menjadi menegangkan ketika sebuah kapal meledak dan menyebabkan kebakaran besar.
Insiden meledaknya kapal terjadi di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, pada hari Selasa (3/2) sekitar pukul 05.00 Wita. Kejadian ini berlangsung di area tanggul pelabuhan dan membuat seluruh anak buah kapal (ABK) panik, sehingga mereka terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Kapal yang meledak bernama KM Risnawati Indah, dengan sembilan orang ABK di atasnya. Saat kejadian, kapal yang dipimpin oleh Culli Daeng Ewa itu sedang berusaha memasuki Pelabuhan Paotere untuk membongkar hasil tangkapan ikan sebelum didistribusikan ke tempat pelelangan ikan.
Menurut Aipda Adil, Kasubsipenmas Humas Polres Pelabuhan Makassar, peristiwa tersebut berawal ketika salah satu ABK menyalakan mesin yang digunakan sebagai penerangan.
"Awalnya terlihat kilatan cahaya dari bagian depan kapal. Kilatan itu kemudian menjalar ke area mesin dan tidak lama setelahnya terjadi ledakan," jelas Adil pada Selasa pagi.
Adil menambahkan bahwa situasi tersebut membuat para ABK panik. Untuk menghindari kobaran api dan ledakan yang lebih besar, seluruh awak kapal segera melompat ke laut.
"Para ABK menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut. Setelah situasi memungkinkan, mereka kemudian dievakuasi oleh warga dan petugas di sekitar lokasi," ungkapnya.
Akibat dari kejadian ini, nahkoda kapal dan beberapa ABK mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari luka ringan hingga luka bakar. Semua korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis untuk observasi lebih lanjut.
Saat ini, penyebab pasti dari ledakan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Aparat kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian untuk keperluan investigasi lebih lanjut.
"INAFIS Polres Pelabuhan Makassar bersama Ditpolairud Polda Sulawesi Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan saksi guna memastikan penyebab ledakan," tambah Adil.
Data mengenai korban
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BPBD Kota Makassar, sembilan orang awak kapal (ABK) yang menjadi korban kecelakaan semuanya adalah laki-laki. Berikut adalah rincian nama-nama korban beserta kondisi kesehatan mereka: 1. Daeng Gassing (37 tahun) mengalami luka berat, 2. Daeng Lanti' (60 tahun) juga mengalami luka berat, 3. Daeng Tangnga (65 tahun) mengalami luka ringan, 4. Rusli Daeng Ngewa (45 tahun) mengalami luka berat, 5.
Daeng Rahmat (44 tahun) mengalami luka berat, 6. Daeng Itung (35 tahun) mengalami luka berat, 7. Ardi (16 tahun) mengalami luka berat, 8. Putra (16 tahun) mengalami luka berat, dan 9. Irisanga Daeng Gadding (65 tahun) mengalami luka berat.
Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas korban mengalami luka berat, yang mengindikasikan adanya kejadian yang cukup serius.
Dalam situasi seperti ini, penanganan medis yang cepat dan tepat sangatlah penting untuk meminimalisir dampak lebih lanjut terhadap kesehatan para korban. Kejadian ini juga menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap keselamatan kerja di lingkungan pelayaran agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.