Kapal Layar Motor (KLM) Fitri Jaya yang mengangkut Camat Liukang Tupabbiring Fitri Mubarak bersama relawan Lembaga Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa tenggelam Selat Makassar usai dihantam gelombang tinggi dan cuaca buruk. Akibat kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut yakni Camat Liukang Tupabirring Fitri Mubarak, Koordinator LKC Dompet Dhuafa bernama Imran, dan seorang bidan bernama Darma. Andi Sultan menyebutkan korban meninggal dievakuasi ke Pulau Sarappo, Kabupaten Pangkep.
"Korban sementara dievakuasi ke Pulau Sarappo. Selanjutnya korban meninggal akan dibawa ke Pangkajene dan Makassar," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (27/12)
Andi Sultan menjelaskan, kronologi berawal saat 12 orang dari LKC Dompet Dhuafa dan Camat Liukang Tupabbiring berangkat ke Pulau Sarappo menaiki KLM Fitri Jaya untuk membawa bantuan 40 sak semen dan 40 jamban. Saat perjalanan, pukul 10.50 Wita, cuaca buruk terjadi.
"Kapal berangkat dari Sungai Pangkajene ke Pulau Sarappo pada pukul 08.45 Wita. Dii tengah perjalanan terjadi hujan lebat disertai angin kencang," ungkapnya.
Advertisement
Akibat dihantam ombak, kapal oleng dan membuat kapal terbalik. Warga Pulau Sarappo Lompo yang mendapatkan kabar langsung bergerak melakukan evakuasi.
"Dari 12 orang, tiga meninggal dunia dan delapan lainnya selamat," ucapnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep, Muh Akbar mengaku personel SAR gabungan sudah berangkat ke lokasi. Akbar membenarkan dalam tenggelamnya KLM Fitri Mubarak tiga orang meninggal dunia.
"Ini masih menuju ke Pelabuhan Maccini Baji. Korban tenggelam adalah Pak Camat Tupabiring,” ucapnya singkat.