DPR soal Banjir Bali Banyak Sekolah Rusak: Jangan Sampai Ribuan Siswa Kehilangan Hak Belajar
Setidaknya 1.835 sekolah terdampak, dengan 60 sekolah mengalami kerusakan berat.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda Bali pada 9 September 2025.
Berdasarkan data BPBD Bali, tercatat 120 titik banjir di tujuh kabupaten/kota serta 12 titik longsor di tiga kabupaten.
Dampaknya juga dirasakan sektor pendidikan. Setidaknya 1.835 sekolah terdampak, dengan 60 sekolah mengalami kerusakan berat.
“Yang paling memprihatinkan adalah ribuan murid dan ratusan guru ikut terdampak. Meskipun saat kejadian mereka sedang libur Hari Raya Pagerwesi, kerusakan infrastruktur sekolah tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena akan menghambat layanan pendidikan,” kata Hetifah dalam keterangannya, Selasa (16/9).
Alokasi Anggaran Darurat
Hetifah menegaskan, Komisi X DPR RI akan menjalankan fungsi anggaran dan pengawasan untuk memastikan Kemendikdasmen segera mengalokasikan dana darurat bagi perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
“Jika diperlukan, siswa-siswa dari sekolah terdampak bisa sementara menumpang belajar di sekolah terdekat yang aman. Intinya, jangan sampai anak-anak kita tertinggal pelajaran akibat bencana ini,” ujarnya.
Koordinasi dan Mitigasi
Ia juga mendorong koordinasi erat antara Kemendikdasmen dan Dinas Pendidikan di Bali untuk memetakan langkah pemulihan.
Hetifah mengapresiasi langkah cepat Pemprov Bali dan Sekretariat SPAB yang segera memperbarui data sekolah terdampak serta menyalurkan bantuan darurat.
Tak hanya itu, ia juga menilai Kemendikdasmen sigap turun langsung ke lapangan.
“Kemendikdasmen meninjau sekolah-sekolah yang rusak, berkoordinasi cepat dengan dinas pendidikan setempat, dan memastikan layanan pendidikan segera pulih. Langkah ini harus menjadi contoh mitigasi pendidikan di daerah lain yang rawan bencana,” jelas Hetifah.
Hetifah menutup dengan menegaskan komitmen DPR. “Komisi X DPR RI berkomitmen untuk mengawal agar pemulihan pendidikan di Bali pascabanjir dapat berjalan cepat, efektif, dan jangan sampai anak-anak Bali kehilangan hak belajarnya,” pungkasnya.