Dosen Unsam Hadirkan Sudut Baca Portabel, Pulihkan Semangat Belajar Anak Penyintas Bencana
Dosen Universitas Samudra (Unsam) berinisiatif menghadirkan sudut baca portabel dan edukasi kit untuk anak penyintas bencana di Aceh Tamiang. Program Sudut Baca Unsam ini bertujuan memulihkan semangat belajar mereka pascabencana.
Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra (Unsam), Langsa, Aceh, menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak penyintas bencana. Mereka menghadirkan sudut baca portabel dan edukasi kit di Kabupaten Aceh Tamiang. Inisiatif ini menjadi upaya nyata untuk memulihkan aktivitas belajar anak-anak pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) Tanggap Bencana Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unsam, Mentari Darma Putri. Program tersebut menyasar 35 anak penyintas bencana dari tingkat TK, SD, hingga SMP di Kampung Seneubok Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua jam pada Kamis dan Jumat lalu, menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Kehadiran Sudut Baca Unsam dan edukasi kit ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat anak-anak untuk belajar. Setelah menghadapi situasi bencana, pemulihan rutinitas belajar menjadi krusial. Pendekatan edukatif yang menyenangkan ini dirancang agar anak tidak merasa terbebani dan kembali termotivasi untuk menata masa depan.
Inovasi Sudut Baca Portabel dan Edukasi Kit
Tim PKM Unsam menghadirkan inovasi berupa sudut baca portabel yang mudah diakses oleh anak-anak penyintas bencana. Selain itu, mereka juga membagikan edukasi kit yang dirancang khusus untuk mendukung proses belajar. Paket edukasi kit tersebut berisi berbagai alat tulis sekolah yang dibutuhkan.
Buku-buku bacaan yang disediakan dalam sudut baca sangat bervariasi dan disesuaikan dengan usia anak-anak. Koleksi buku meliputi buku aktivitas, buku cerita, kisah nabi, dongeng, serta seri antariksa dan sains. Ada pula paket survival tanggap bencana, buku mewarnai, dan beragam bacaan menarik lainnya yang dapat memicu minat baca.
Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak berpartisipasi melalui permainan edukatif yang interaktif. Permainan ini bertujuan memulihkan motivasi belajar mereka setelah mengalami trauma bencana. Suasana kegiatan berlangsung hangat, terlihat dari antusiasme peserta yang aktif mengikuti instruksi, menjawab pertanyaan, dan terlibat dalam permainan secara berkelompok.
Dukungan Pemulihan Pendidikan Anak Pascabencana
Mentari Darma Putri menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangkitkan semangat belajar anak-anak. Ia menekankan pentingnya pemulihan bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga pemulihan rutinitas anak-anak, termasuk aktivitas belajar. Program ini menjadi bukti nyata komitmen Unsam dalam mendukung pendidikan anak-anak terdampak bencana.
Kegiatan edukasi ini dibiayai melalui dana hibah dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samudra, Langsa. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa, memberikan pengalaman berharga dalam pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan mahasiswa ini memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat.
Melalui inisiatif Sudut Baca Unsam ini, pihak universitas menegaskan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat terdampak bencana. Mereka berupaya mendukung pemulihan pendidikan anak, memastikan bahwa anak-anak tetap memiliki ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna. Hal ini krusial untuk menjaga keberlangsungan pendidikan mereka.
Apresiasi dan Harapan dari Masyarakat Setempat
Penjabat Datok Penghulu (kepala desa) Seuneubok Baro, T Irzandi Mahriza, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh dosen Unsam. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Dukungan semacam ini sangat penting bagi anak-anak terdampak bencana agar tetap bersemangat dalam belajar.
T Irzandi Mahriza menyatakan bahwa dukungan terhadap pendidikan anak pascabencana merupakan bagian penting. Hal ini bertujuan agar proses tumbuh kembang dan pembelajaran anak tidak terputus. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik awal bagi anak-anak untuk menata kembali rutinitas belajar mereka.
Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca anak-anak, meskipun mereka berada dalam situasi pemulihan. Dengan adanya dukungan sudut baca portabel dan edukasi kit, anak-anak memiliki bekal untuk kembali aktif belajar pascabencana banjir. Ini menjadi langkah positif dalam membangun kembali semangat belajar mereka.
Sumber: AntaraNews