PKBM Ruman Aceh Hadirkan Posko Belajar untuk Pulihkan Senyum Anak Korban Bencana di Aceh Tamiang

PKBM Ruman Aceh mendirikan posko belajar di lima titik terdampak bencana Aceh Tamiang, berupaya mengembalikan keceriaan anak-anak melalui aktivitas psikososial dan pembagian bantuan pascabencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PKBM Ruman Aceh Hadirkan Posko Belajar untuk Pulihkan Senyum Anak Korban Bencana di Aceh Tamiang
PKBM Ruman Aceh mendirikan posko belajar di lima titik terdampak bencana Aceh Tamiang, berupaya mengembalikan keceriaan anak-anak melalui aktivitas psikososial dan pembagian bantuan pascabencana. (AntaraNews)

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh telah mengambil langkah proaktif dengan mendirikan posko belajar untuk anak-anak di lima lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Inisiatif ini bertujuan untuk menghadirkan kembali keceriaan dan senyum anak-anak yang menjadi korban banjir bandang serta longsor pada akhir November 2025. Kegiatan psikososial ini dirancang untuk memberikan dukungan moral dan edukasi bagi mereka yang terdampak.

Pendiri PKBM Ruman Aceh, Rizky Sopya, menjelaskan bahwa program posko belajar ini berlangsung selama lima hari sebagai "ikhtiar sederhana menghadirkan kembali senyuman anak-anak korban bencana." Lokasi posko belajar mencakup Desa Rantau Pauh dan Desa Durian di Kecamatan Rantau, Desa Tanjung Karang di Kecamatan Karang Baru, serta Desa Lubuk Sidup di Kecamatan Sekrak dan Desa Opak di Kecamatan Bendahara. Kehadiran posko ini sangat dinantikan oleh masyarakat setempat.

Berbagai aktivitas menarik diselenggarakan di posko-posko tersebut, mulai dari berkumpul dan berkenalan hingga bercerita dan bermain kolase di atas kertas manila. Setelah sesi belajar dan bermain, anak-anak juga menerima berbagai titipan dari para donatur, yang semakin menambah semangat mereka. Program ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pemulihan pascabencana.

Mengembalikan Keceriaan Anak-anak Melalui Aktivitas Edukatif

Di setiap posko belajar, tim PKBM Ruman Aceh merancang serangkaian kegiatan yang interaktif dan edukatif, bertujuan untuk mengembalikan semangat belajar dan bermain anak-anak. Anak-anak diajak untuk membuat karya kolase, seperti rumah tiga dimensi atau menghias kertas manila, yang merangsang kreativitas mereka. Aktivitas ini menjadi sarana penting untuk melupakan sejenak trauma bencana yang mereka alami.

Rizky Sopya mengungkapkan bahwa "anak-anak merasa senang karena sudah lama tidak belajar dan bermain di sekolah." Kehadiran posko belajar PKBM Ruman Aceh ini memberikan ruang aman bagi mereka untuk berekspresi dan bersosialisasi kembali. Bahkan, seorang imam masjid di salah satu titik kegiatan menyatakan bahwa "ini pertama kali ada datang untuk bermain dengan anak-anak" di sana.

Selain kegiatan kreatif, momen pembagian titipan dari donatur juga menjadi salah satu puncak kebahagiaan bagi anak-anak. Paket-paket tersebut berisi kebutuhan belajar, kebersihan, atau hadiah, serta paket makanan ringan berupa orek tempe dicampur kacang dan ikan teri yang diracik tim PKBM Ruman Aceh. Pembagian ini bukan hanya soal materi, tetapi juga pesan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi kesulitan.

Dukungan Solidaritas dan Distribusi Bantuan Kemanusiaan

Pembina PKBM Ruman Aceh, Ahmad Arif, menjelaskan bahwa tim posko belajar berhasil mendistribusikan total 480 paket bantuan kepada anak-anak di lima titik kegiatan. Paket-paket ini terdiri dari 240 paket belajar, 120 paket kebersihan, dan 120 paket hadiah, disesuaikan dengan kebutuhan mendesak anak-anak pascabencana. Distribusi ini merupakan wujud nyata dari kepedulian banyak pihak.

Setiap jenis paket dirancang dengan cermat; paket belajar berisi buku gambar, pensil, rautan, penghapus, lem stik, dan bahan bermain untuk mendukung aktivitas edukasi. Sementara itu, paket kebersihan mencakup sabun mandi, sampo, sisir, handuk, bedak, dan minyak kayu putih, esensial untuk menjaga kesehatan. Paket hadiah berisi selimut, sandal, masker, air mineral, permen, balon, susu UHT, dan biskuit. Semua ini bertujuan memberikan sedikit kebahagiaan di tengah masa sulit.

Seluruh paket bantuan ini dibeli dari dana donasi yang berhasil dihimpun melalui penggalangan dana selama seminggu di akun media sosial PKBM Ruman Aceh. Selain itu, biaya operasional kegiatan juga didukung oleh kas internal PKBM Ruman Aceh dan donasi khusus dari Prof. Nishi, seorang guru besar dari Universitas Kyoto, Jepang, yang mengkhususkan donasinya untuk operasional. Solidaritas ini menunjukkan bahwa bantuan datang dari berbagai penjuru.

Ahmad Arif juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai komunitas dan individu yang telah berkontribusi. Komunitas yang berdonasi meliputi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh, Masjid Fatahillah Pasar Tanah Abang Jakarta, keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari empat desa di Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh, serta Sahabat Syurga dari Singapura. Dukungan kolektif ini sangat berarti untuk mengembalikan senyuman anak-anak di Kabupaten Aceh Tamiang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi