Disnakertrans Jayapura Perkuat Penguatan Pendidikan Lereh, Siapkan Pusat Ekonomi Baru
Disnakertrans Jayapura memperkuat Penguatan Pendidikan Lereh melalui APBN 2025. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi Lereh sebagai pusat ekonomi baru di Kabupaten Jayapura.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Jayapura mengambil langkah strategis untuk memperkuat prasarana pendidikan di kawasan transmigrasi Lereh, Distrik Yapsi. Inisiatif ini didukung penuh oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2025 melalui skema Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Transmigrasi. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dan pusat untuk pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Jayapura, Idris Taba, menyatakan program TP APBN ini merupakan momentum baru yang signifikan. Ini adalah kali pertama anggaran dari pemerintah pusat masuk ke dinas tersebut untuk mendorong pembangunan kawasan Lereh. Tujuannya adalah menjadikannya sebagai pusat ekonomi baru yang potensial di Kabupaten Jayapura.
Fokus utama Disnakertrans Jayapura adalah penguatan sarana pendidikan sebagai fondasi penting bagi kemajuan wilayah. Tim satuan kerja telah melakukan pemantauan lapangan pada 5 Desember 2025 di sejumlah sekolah. Mereka memastikan progres di lokasi pembangunan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Peningkatan Fasilitas Pendidikan di Lereh
Penguatan sarana prasarana pendidikan di Lereh mencakup rehabilitasi bangunan sekolah yang vital. Ini termasuk SD Inpres SP2, SD Inpres SP4, SMP Satuan Atap Yapsi, dan SMP Negeri 2 Yapsi. Upaya ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan modern bagi para siswa di kawasan transmigrasi ini.
Selain rehabilitasi, program ini juga berfokus pada pembangunan fasilitas pendukung esensial. Pembangunan toilet dan penyediaan sarana air bersih dirancang dengan standar yang lebih layak dan modern. Hal ini krusial untuk memastikan kesehatan dan keamanan anak-anak yang menempuh pendidikan di Lereh. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung aktivitas belajar siswa secara optimal.
Pemantauan lapangan oleh tim Disnakertrans Kabupaten Jayapura pada 5 Desember 2025 menunjukkan progres signifikan. Progres fisik di seluruh lokasi pembangunan telah mencapai 99 persen. Saat ini sedang memasuki tahap penyelesaian akhir sebelum dilakukan serah terima aset kepada pemerintah daerah melalui masing-masing sekolah.
Lereh sebagai Pusat Ekonomi Baru Kabupaten Jayapura
Program penguatan sarana pendidikan di Lereh ini merupakan titik awal dari visi yang lebih besar untuk kawasan tersebut. Disnakertrans Kabupaten Jayapura berharap inisiatif ini akan menggerakkan Lereh menuju status pusat ekonomi baru yang mandiri. Pendidikan yang kokoh menjadi fondasi utama untuk mencapai tujuan pembangunan jangka panjang ini.
Idris Taba menambahkan, program transmigrasi berbasis gotong royong ini diharapkan memperkuat berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ini termasuk penguatan infrastruktur dasar yang memadai dan kelembagaan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Selain itu, pelestarian adat istiadat dan peningkatan sarana pelayanan dasar lainnya juga menjadi prioritas.
Dengan fondasi pendidikan yang kuat, kawasan Lereh diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Hal ini akan secara langsung menopang perekonomian masyarakat setempat. Pada akhirnya, kualitas hidup penduduk di Distrik Yapsi dan Lereh akan meningkat secara signifikan, sesuai dengan harapan Kepala Disnakertrans Jayapura Idris Taba.
Sumber: AntaraNews