Dipicu Saling Tatap, Pemuda di Semarang Tewas dengan Luka Tusuk di Perut
Perkelahiandipicu korban dan terduga pelaku tidak terima ketika saling beradu pandang.
Seorang pemuda, Sahrul Ramadan (23) tewas meregang nyawa lantaran menjadi korban perkelahian di sebuah kafe, Jalan Pattimura, Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Semarang, Jawa Tengah.
Perkelahian terhadap korban dipicu korban dan terduga pelaku tidak terima ketika saling beradu pandang.
"Ya persoalan sepele karena korban dan terduga pelaku tidak terima saling tatap mata," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena, Senin (10/11).
Kronologi
Kejadian bermula ketika korban SR (23) warga asal Kebonagung dan SAP hendak pulang di sebuah kafe, Jalan Pattimura, Bugangan, Kecamatan Semarang Timur pada Jumat (7/11) pukul 03.00 wib.
Tiba-tiba dua korban dan pelaku berpapasan atau bertemu di area parkir di sebuah kafe, saat itu pelaku berinisial AP melihat korban dalam keadaan mabuk saling menatapnya sehingga tersinggung.
"Tatapan mata korban memicu tersinggung seperti menantang pelaku hingga terjadi perkelahian," ungkapnya.
Sempat Dilerai
Perkelahian antara pelaku dan dua korban tidak terelakkan, hingga para saksi mata sempat melerai perkelahian itu, tetapi pelaku yang sudah gelap mata terus menyerang para korban. Akibatnya korban tergeletak dan tak sadarkan diri.
"Korban dua orang, satu SA meninggal dunia dengan luka tusuk di kepala dan perut. Satu selamat SAP," jelasnya.
Sementara satu korban lainnya yang selamat, SAP warga Bandarharjo, Semarang Utara dilarikan ke rumah sakit karena alami sejumlah luka tusuk di bagian dada, tangan dan perut.
Usai melakukan pengroyokan hingga menewaskan korban, pelaku tidak lama langsung dilakukan penangkapan. Adapun pelaku AP (30) warga Sekaran, Kecamatan Gunungpati.
"Iya, pelaku dalam perkelahian ini sudah ditangkap. Masih dalam pendalaman," ungkapnya.
Dari tangan pelaku, polisi menyita satu pisau lipat yang digunakan untuk menghabisi korban dan melukai satu korban lainnya.