Dinkes Manggarai Barat Pastikan Keamanan Pangan Program MBG, Ini Rahasia Dapur Sehatnya!
Dinas Kesehatan Manggarai Barat serius mengawal Keamanan Pangan Program MBG melalui pelatihan ketat bagi penjamah makanan. Penasaran bagaimana mereka menjamin kualitas gizi anak-anak?
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Kesehatan secara serius mengawal kualitas gizi anak-anak di wilayahnya. Upaya ini diwujudkan melalui peningkatan Keamanan Pangan Program MBG, atau Makan Bergizi Gratis, yang menjadi prioritas utama. Langkah konkret diambil dengan menyelenggarakan pelatihan khusus bagi para penjamah atau pengolah makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan setiap komponen makanan yang disiapkan dalam program MBG terjamin mutunya. Baik dari sisi kualitas bahan baku, kebersihan proses pengolahan, maupun keamanan pangan secara keseluruhan, semuanya menjadi fokus utama. Adrianus Ojo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, menegaskan bahwa pelatihan ini krusial demi keberhasilan program.
Hingga saat ini, lima dapur MBG yang tersebar di dua kecamatan, yakni Komodo dan Lembor, telah mengikuti pelatihan tersebut. Inisiatif ini tidak hanya mendukung program gizi, tetapi juga sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan.
Menjamin Kualitas Pangan Melalui Pelatihan Higiene
Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat aktif mendorong peningkatan standar higienitas dalam setiap tahapan pengolahan makanan. Pelatihan Keamanan Pangan Program MBG ini dirancang untuk membekali para penjamah makanan dengan pengetahuan dan keterampilan yang esensial. Tujuannya adalah memastikan makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi oleh penerima manfaat.
"Kami melakukan pelatihan sesuai permintaan dari pihak dapur SPPG program MBG," kata Adrianus Ojo. Pernyataan ini menunjukkan responsifnya Dinas Kesehatan terhadap kebutuhan di lapangan. Pelatihan ini menjadi fondasi penting untuk membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan dan sanitasi dalam setiap proses penyiapan makanan.
Inisiatif ini juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memenuhi standar yang lebih tinggi. Khususnya bagi penyedia jasa boga skala menengah yang melayani lebih dari 750 porsi per hari. Dengan demikian, setiap sajian yang keluar dari dapur MBG diharapkan telah memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan.
Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kebijakan keamanan pangan siap saji hingga identifikasi potensi cemaran. Para peserta diajarkan cara memelihara lingkungan kerja yang bersih dan mengendalikan vektor penyebab penyakit. Ini adalah langkah proaktif untuk mencegah risiko kesehatan yang mungkin timbul dari makanan.
Pengawasan Ketat dan Dampak Positif Program Gizi
Selain memberikan pelatihan, Dinas Kesehatan Manggarai Barat juga secara rutin melakukan pengawasan langsung di dapur-dapur MBG. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan penerapan standar kebersihan dan sanitasi (Higiene Sanitasi) yang telah diajarkan. Langkah ini krusial untuk mencegah penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam makanan.
"Kami juga melakukan pengawasan di dapur MBG guna memastikan kebersihan dan sanitasi (Higiene Sanitasi) serta mencegah penggunaan bahan berbahaya," tegas Adrianus Ojo. Pengawasan yang berkelanjutan ini menjadi jaminan tambahan bagi masyarakat. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas Keamanan Pangan Program MBG.
Peran para penjamah makanan sangat ditekankan sebagai salah satu penentu utama keberhasilan program ini. Mereka bertanggung jawab langsung untuk memastikan kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan yang disajikan kepada anak-anak. Kesadaran dan tanggung jawab mereka sangat vital dalam mencapai tujuan program.
"Program Makan Bergizi Gratis adalah program prioritas yang memiliki dampak sangat luas, khususnya bagi peningkatan status gizi anak-anak kita," tambah Adrianus. Dengan memastikan keamanan dan kualitas pangan, program ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan status gizi anak-anak di Manggarai Barat, mendukung tumbuh kembang optimal mereka.
Materi Pelatihan Komprehensif untuk Penjamah Makanan
Pelatihan yang diberikan kepada para pengolah makanan di dapur MBG dirancang secara komprehensif. Tujuannya adalah untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan kritikal dalam menjamin Keamanan Pangan Program MBG. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting yang relevan dengan praktik sehari-hari di dapur.
Para peserta dilatih mengenai kebijakan keamanan pangan siap saji, yang menjadi dasar hukum dan pedoman operasional. Mereka juga diajarkan cara mengidentifikasi berbagai jenis cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan. Pemahaman ini sangat penting untuk mencegah kontaminasi sejak dini.
Selain itu, materi pelatihan juga mencakup pemeliharaan lingkungan kerja yang bersih dan higienis. Pengendalian vektor seperti serangga dan tikus juga menjadi bagian dari kurikulum. Ini memastikan bahwa seluruh area dapur tetap steril dan aman dari potensi bahaya.
Aspek praktis lainnya yang diajarkan meliputi pembersihan dan sanitasi peralatan secara benar. Prinsip higiene perorangan bagi penjamah makanan juga ditekankan, termasuk cara mencuci tangan yang efektif. Terakhir, tahapan proses produksi pangan siap saji yang aman diajarkan secara detail, memastikan setiap langkah dilakukan sesuai standar tertinggi.
Sumber: AntaraNews