Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, baru-baru ini meluncurkan program pelatihan keamanan pangan intensif. Pelatihan ini ditujukan bagi 150 pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi untuk menjamin kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan.
Para peserta pelatihan berasal dari berbagai peran penting dalam rantai pasok makanan MBG. Mereka meliputi petugas belanja, juru masak, penyaji makanan, hingga individu yang bertanggung jawab dalam pendistribusian. Pengelola SPPG dari Kecamatan Giri, Glagah, Kabat, Muncar, dan Siliragung menjadi kelompok pertama yang mendapatkan pembekalan ini.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan pentingnya pelatihan ini untuk memastikan makanan MBG aman dikonsumsi siswa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas penjamah makanan dalam menerapkan prinsip higienis dan sanitasi. Dengan demikian, risiko keracunan pangan dapat diantisipasi secara efektif.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Higienitas dalam Program Makan Bergizi Gratis
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyoroti peran krusial petugas SPPG sebagai garda terdepan program MBG. Menurutnya, mereka harus memiliki wawasan dan ilmu yang memadai terkait prinsip dasar keamanan pangan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap hidangan yang disajikan aman dan layak konsumsi bagi para siswa.
Pelatihan keamanan pangan ini secara spesifik dirancang untuk meningkatkan kapasitas penjamah makanan MBG. Fokus utamanya adalah pada penerapan prinsip higienis dan sanitasi yang ketat. Penerapan standar ini diharapkan dapat meminimalisir potensi risiko keracunan pangan yang mungkin terjadi.
Ipuk Fiestiandani secara tegas menyatakan, "Keselamatan anak-anak adalah prioritas, tidak boleh ada kompromi dalam hal keamanan makanan." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Pemkab Banyuwangi terhadap kualitas dan keamanan pangan. Setelah pelatihan, diharapkan para penyedia MBG dapat menyajikan makanan yang lebih sehat dan higienis.
Advertisement
Advertisement
Materi Pelatihan dan Peran BPOM Jember
Dalam sesi pelatihan, para peserta dibekali dengan beragam materi komprehensif oleh narasumber ahli. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember turut serta memberikan wawasan mendalam mengenai standar keamanan pangan. Selain itu, tim ahli sanitasi dari Dinas Kesehatan Banyuwangi juga berkontribusi dalam pembekalan ini.
Materi yang disampaikan mencakup seluruh aspek penting dalam pengelolaan makanan. Dimulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas, proses pengolahan yang higienis, hingga teknik penyajian yang tepat. Aspek distribusi makanan juga tidak luput dari perhatian, memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga hingga ke tangan penerima.
Pembekalan ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan dalam program Makan Bergizi Gratis memenuhi standar yang ditetapkan. Dengan demikian, kualitas dan keamanan pangan yang disajikan dapat terjamin. Ini merupakan langkah proaktif dalam mencegah berbagai masalah kesehatan terkait konsumsi makanan.
Advertisement
Advertisement
Langkah Pemkab Banyuwangi untuk Jaminan Mutu
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan berbagai upaya yang akan dilakukan untuk menjaga operasional SPPG. Salah satunya adalah pendampingan berkelanjutan dari puskesmas dalam pengelolaan MBG. Pendampingan ini akan memastikan praktik terbaik selalu diterapkan.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan secara rutin. Pemeriksaan sampel makanan di laboratorium juga menjadi bagian integral dari pengawasan ini. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memverifikasi bahwa standar kebersihan dan keamanan pangan selalu terpenuhi di setiap SPPG.
Amir Hidayat menambahkan bahwa bagi SPPG yang telah memenuhi standar, akan diterbitkan Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini menjadi bukti resmi bahwa fasilitas dan proses pengelolaan makanan di SPPG tersebut telah memenuhi persyaratan. Ini adalah bagian dari komitmen Pemkab Banyuwangi terhadap jaminan mutu.
Advertisement
Advertisement
Target dan Capaian Pelatihan Keamanan Pangan
Amir Hidayat mengungkapkan bahwa pelatihan keamanan pangan ini akan dilaksanakan secara bertahap. Tujuannya adalah untuk menjangkau seluruh pengelola MBG di seluruh wilayah Banyuwangi. Target ambisius ditetapkan agar seluruh pelatihan dapat tuntas pada akhir Oktober mendatang.
Hingga saat ini, Kabupaten Banyuwangi telah mengoperasikan 30 SPPG yang melibatkan total 1.477 pekerja. Dari jumlah keseluruhan pekerja tersebut, baru sekitar 21 persen pengelola yang telah berhasil mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat keamanan pangan. Angka ini menunjukkan masih banyak pekerja yang perlu mendapatkan pembekalan serupa.
Percepatan pelatihan ini menjadi prioritas utama Pemkab Banyuwangi untuk memastikan seluruh pekerja memiliki pemahaman yang sama. Dengan demikian, standar keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten di semua SPPG. Ini adalah investasi penting untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Banyuwangi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews