Denpasar Gencarkan Fogging ULV di 39 Titik, Ini Cara Kerja Pengasapan DBD yang Efektif!
Pemerintah Kota Denpasar mengambil langkah sigap dengan gencar melakukan fogging ULV di 39 lokasi rawan. Simak upaya Pemkot Denpasar menekan kasus DBD dan peran masyarakat!
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sedang gencar melaksanakan program pengasapan Ultra Low Volume (ULV) atau fogging. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus meningkat di wilayahnya. Program ini menyasar 39 titik lokasi yang tersebar di seluruh Kota Denpasar.
Pelaksanaan fogging ULV ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap sepanjang bulan Oktober 2023, tepatnya dari tanggal 3 hingga 29 Oktober. Proses pengasapan dilakukan pada dini hari, mulai pukul 03.30 hingga 06.30 Wita, untuk efektivitas maksimal. Metode ULV dipilih karena mampu menyebarkan insektisida dalam partikel sangat kecil.
Upaya ini merupakan respons cepat Pemkot Denpasar dalam melindungi warganya dari ancaman DBD yang serius. Kolaborasi antara Dinkes dan Puskesmas setempat juga diperkuat untuk memberikan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Peran aktif warga sangat diharapkan agar program pencegahan ini dapat berjalan optimal.
Strategi Pengasapan ULV di Denpasar
Dinas Kesehatan Kota Denpasar, di bawah kepemimpinan dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati, menjelaskan bahwa fogging ULV merupakan salah satu langkah konkret. Pelaksanaan ini dirancang untuk mencapai cakupan luas dengan efisiensi tinggi. Sebanyak 39 titik telah diidentifikasi sebagai lokasi prioritas yang memerlukan penanganan segera.
Pengasapan ULV dilakukan menggunakan mesin khusus yang menghasilkan partikel insektisida sangat halus. Partikel-partikel ini dapat menyebar lebih merata dan menjangkau area yang sulit dijangkau. Waktu pelaksanaan pagi hari dipilih untuk meminimalkan gangguan aktivitas warga dan memaksimalkan efektivitas.
dr. Candrawati menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah kota. Tujuannya adalah untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penular DBD. Dengan demikian, diharapkan dapat terjadi penurunan signifikan pada kasus DBD di Denpasar.
Pentingnya Gerakan 3M Plus dan Peran Masyarakat
Selain fogging, Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya gerakan 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD yang berkelanjutan. Gerakan ini meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Edukasi intensif terus diberikan kepada masyarakat melalui Puskesmas di setiap wilayah.
dr. Agung Candrawati menjelaskan bahwa 3M Plus adalah fondasi utama dalam memutus siklus hidup nyamuk. Menguras bak mandi secara rutin dapat menghilangkan jentik nyamuk sebelum berkembang. Menutup tempat penampungan air mencegah nyamuk bertelur di sana. Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas juga sangat krusial agar tidak menjadi genangan air.
Peran serta aktif masyarakat dalam gerakan 3M Plus sangat dibutuhkan untuk mencapai hasil optimal. Tanpa partisipasi warga, upaya pemerintah akan kurang efektif. "Kami mengimbau pada warga, agar dapat berperan aktif dan bersama sama dalam upaya penyebaran jentik nyamuk DBD ini," pungkas dr. Candrawati. Ini menunjukkan bahwa kesadaran kolektif adalah kunci.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pencegahan DBD
Keberhasilan program pencegahan DBD di Denpasar tidak hanya bergantung pada satu pihak. Kolaborasi erat antara Dinas Kesehatan dan Puskesmas di tingkat kecamatan menjadi tulang punggung. Mereka bekerja sama dalam perencanaan, pelaksanaan fogging, dan penyuluhan kesehatan.
Setiap Puskesmas bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi dan membimbing warga di wilayahnya masing-masing. Ini termasuk sosialisasi tentang gejala DBD, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Pendekatan ini memastikan bahwa pesan-pesan kesehatan sampai ke seluruh lapisan masyarakat.
Sinergi ini mencerminkan pendekatan komprehensif Pemkot Denpasar dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat. Dengan menggabungkan intervensi fisik seperti fogging dan edukasi perilaku melalui 3M Plus, diharapkan Denpasar dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman DBD. Ini adalah langkah proaktif untuk menjaga kesehatan warga.
Sumber: AntaraNews