Pemkot Palembang Gencarkan Pengasapan Gratis Tangani DBD, Kasus Menurun Signifikan
Pemerintah Kota Palembang serius tangani Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan program pengasapan gratis. Inisiatif ini diharapkan mampu menekan angka kasus DBD di Palembang dan menjaga kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, meluncurkan program layanan pengasapan gratis. Program ini bertujuan untuk menangani kasus demam berdarah dengue (DBD) yang dilaporkan di wilayah tersebut.
Layanan pengasapan ini akan diberikan kepada warga yang melaporkan adanya kasus DBD di lingkungannya. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya komprehensif Pemkot Palembang dalam menjaga kesehatan warganya.
Program penanganan DBD ini telah berjalan sejak awal Januari 2026. Warga dapat mengajukan permohonan pengasapan gratis dengan melaporkan keluhan melalui media sosial resmi pemerintah kota.
Strategi Komprehensif Dinas Kesehatan Palembang Atasi DBD
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, menjelaskan bahwa layanan pengasapan gratis diberikan berdasarkan keluhan warga yang menderita DBD. Pihaknya juga melakukan pemeriksaan lingkungan secara menyeluruh.
Pemeriksaan ini mencakup area dengan banyak jentik nyamuk penyebab DBD di sekitar 20 rumah warga. Setelah identifikasi, pengasapan segera dilakukan untuk mencegah serangan DBD meluas ke area yang lebih luas.
Selain pengasapan, Dinkes Palembang secara aktif menggalakkan program 3M Plus. Program ini meliputi kegiatan menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, serta mendaur ulang berbagai barang.
Tujuannya adalah menghilangkan potensi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia. Pendekatan terpadu ini diharapkan efektif dalam memutus rantai penularan penyakit.
Efektivitas Pengasapan dan Tantangan Kekebalan Nyamuk
Yudhi Setiawan menegaskan bahwa pengasapan memang merupakan upaya efektif untuk memberantas nyamuk dewasa. Namun, metode ini memiliki keterbatasan karena tidak bisa membunuh jentik-jentik nyamuk.
Oleh karena itu, penanganan dan pencegahan melalui program 3M Plus tetap menjadi prioritas utama Dinkes Palembang. Program ini dianggap lebih fundamental dalam mengendalikan populasi nyamuk secara berkelanjutan.
Dinkes Palembang juga menyoroti potensi peningkatan kekebalan nyamuk apabila terlalu sering terpapar pengasapan. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat nyamuk tidak mati karena sudah menyesuaikan diri dengan zat yang ada dalam pengasapan.
Untuk mengatasi tantangan ini, Dinkes Palembang terus melakukan pembagian abate kepada masyarakat. Abate berfungsi sebagai larvasida untuk membunuh jentik nyamuk di tempat penampungan air.
Penurunan Kasus DBD dan Respon Cepat Pemerintah Kota
Sejak awal Januari 2026 hingga saat ini, Dinkes Palembang mencatat sebanyak 48 kasus DBD telah ditangani. Angka ini menunjukkan penurunan yang relatif signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada awal tahun 2025.
Pada awal tahun 2025, kasus DBD sempat menyentuh lebih dari 70 kasus di Palembang. Yudhi Setiawan berharap tidak ada lonjakan kasus DBD yang signifikan di Kota Palembang hingga akhir Januari 2026.
Camat Gandus, Jufrizal, menjelaskan bahwa program pengasapan gratis ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam. Ini menunjukkan komitmen pimpinan daerah dalam penanganan DBD.
Warga yang membutuhkan layanan pengasapan hanya perlu melaporkan keluhan mereka melalui media sosial pemerintah kota. Respon cepat ini memastikan penanganan DBD dapat dilakukan secara efektif di seluruh wilayah Palembang.
Sumber: AntaraNews