Dinkes OKU Imbau Warga Waspada Penyakit Pancaroba, Ini Cara Pencegahannya
Dinas Kesehatan OKU mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap Penyakit Pancaroba yang rentan menyebar saat pergantian musim. Ketahui langkah-langkah pencegahan efektif demi menjaga kesehatan keluarga.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengimbau masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai Penyakit Pancaroba. Imbauan ini disampaikan mengingat rentannya penyebaran penyakit saat musim peralihan dari hujan ke kemarau.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto, menegaskan pentingnya antisipasi. "Menghadapi musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau kami mengimbau warga mewaspadai penyebaran penyakit, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak," katanya di Baturaja, Selasa.
Sejumlah Penyakit Pancaroba yang kerap mengalami peningkatan kasus meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga demam berdarah dengue (DBD). Untuk itu, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) digencarkan sebagai langkah pencegahan.
Mengenali Ancaman Penyakit Pancaroba
Musim pancaroba, sebagai periode transisi antara musim hujan dan kemarau, seringkali ditandai dengan perubahan cuaca yang tidak menentu. Fluktuasi suhu dan kelembapan udara yang drastis membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri. Kondisi ini juga memudahkan hewan pembawa kuman tertentu untuk berkembang biak, seperti nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
Penyakit seperti ISPA, yang mencakup batuk dan pilek, menjadi sangat umum karena virus cenderung bertahan lebih efisien pada suhu dingin dan sistem imun tubuh dapat melemah. Diare juga sering meningkat kasusnya karena perubahan lingkungan yang memengaruhi kebersihan makanan dan air.
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan ancaman serius lainnya di musim pancaroba. Curah hujan yang masih ada dapat menciptakan genangan air, menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak dan menyebarkan penyakit. Kelompok rentan seperti anak-anak perlu mendapatkan perhatian ekstra karena daya tahan tubuh mereka belum sempurna.
Kunci Pencegahan Melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat
Dinas Kesehatan OKU menekankan bahwa pencegahan Penyakit Pancaroba dapat dilakukan secara efektif melalui penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar kualitas hidup meningkat dan beban penyakit menular menurun.
Kampanye PHBS melibatkan tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas untuk mengedukasi masyarakat. Edukasi ini mencakup pentingnya menjaga pola makan sehat, mencuci tangan sebelum makan, serta mengonsumsi sayur dan buah secara teratur. Olahraga pagi rutin juga disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh.
Mencuci tangan secara rutin dan benar, terutama sebelum dan sesudah makan, adalah langkah fundamental dalam mencegah masuknya virus dan bakteri. Selain itu, memastikan asupan nutrisi seimbang dan istirahat yang cukup sangat vital untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal.
Menjaga Lingkungan untuk Memutus Rantai Penyakit
Selain menjaga kebersihan diri, masyarakat diimbau untuk rutin membersihkan lingkungan sekitar. Membersihkan parit atau selokan sangat penting agar tidak terjadi genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, vektor utama DBD.
Upaya ini merupakan bagian dari gerakan 3M Plus yang meliputi menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air, serta menghindari gigitan nyamuk. Dengan demikian, perkembangbiakan nyamuk dapat ditekan secara signifikan.
"Dengan menerapkan PHBS diharapkan warga dapat mencegah dirinya dan keluarga dari serangan penyakit yang biasa muncul pada musim pancaroba," ujar Andi Prapto. Kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi benteng pertahanan utama menghadapi Penyakit Pancaroba.
Sumber: AntaraNews