Waspada! Pemkab Batang Ingatkan Pentingnya Pencegahan DBD di Tengah Cuaca Tak Menentu
Pemerintah Kabupaten Batang gencar mengingatkan masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan DBD, menyusul peningkatan kasus dan sebaran yang meluas di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali menyerukan kewaspadaan tinggi kepada seluruh masyarakatnya terkait potensi penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Imbauan ini datang seiring dengan perubahan cuaca ekstrem yang dinilai sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara proaktif sebagai langkah utama pencegahan. Menurutnya, nyamuk penyebab DBD sangat menyukai genangan air bersih yang tergenang di sekitar permukiman warga.
Langkah antisipasi ini menjadi krusial mengingat data tahun 2025 menunjukkan adanya 80 kasus positif DBD di Batang, dengan dua di antaranya berujung pada kematian. Kondisi ini menuntut partisipasi aktif dari setiap elemen masyarakat.
Ancaman Nyamuk Aedes Aegypti dan Perubahan Cuaca
Perubahan iklim yang tidak menentu belakangan ini menjadi faktor pemicu utama peningkatan risiko penularan DBD di Kabupaten Batang. Nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit ini, diketahui berkembang biak dengan cepat pada kondisi cuaca seperti sekarang.
Ida Susilaksmi menjelaskan bahwa nyamuk tersebut tidak hanya bersarang di selokan kotor, melainkan justru menyukai air bersih yang tergenang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih teliti memeriksa setiap sudut rumah dan lingkungan sekitar.
Potensi sarang nyamuk seringkali terabaikan di tempat-tempat seperti tumpukan botol plastik bekas, ban bekas, cekungan batang bambu, hingga tempat penampungan air. Kebersihan di area-area ini harus menjadi perhatian serius warga Batang.
Selain lingkungan, menjaga daya tahan tubuh juga tak kalah penting. Cuaca yang tidak menentu dapat menurunkan imunitas, membuat seseorang lebih rentan terserang berbagai penyakit, termasuk DBD.
Strategi 3M Plus dan Sebaran Kasus DBD yang Meluas
Dinas Kesehatan Kabupaten Batang secara konsisten mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menerapkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus. Ini merupakan langkah efektif dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Gerakan 3M Plus meliputi Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, dan Mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Adapun 'Plus' berarti upaya tambahan seperti menaburkan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, dan menggunakan kelambu saat tidur.
Fenomena baru yang menjadi perhatian adalah meluasnya sebaran kasus DBD. Jika sebelumnya DBD identik dengan wilayah pesisir atau Pantura, kini virus tersebut mulai ditemukan di dataran tinggi seperti Kecamatan Limpung dan Reban.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Suwandi, menambahkan bahwa tindakan pengasapan atau fogging tidak serta-merta bisa dilakukan. Fogging hanya akan dilaksanakan jika sudah ada indikasi nyamuk DBD, yang ditandai dengan adanya kasus positif di wilayah tersebut.
Sumber: AntaraNews