Kasus DBD Mataram Menurun Signifikan Sepanjang 2025, Dinkes Ungkap Kunci Pencegahan

Dinas Kesehatan Kota Mataram mencatat penurunan signifikan pada kasus DBD Mataram sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, tanpa adanya kasus kematian.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kasus DBD Mataram Menurun Signifikan Sepanjang 2025, Dinkes Ungkap Kunci Pencegahan
Dinas Kesehatan Kota Mataram mencatat penurunan signifikan pada kasus DBD Mataram sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, tanpa adanya kasus kematian. (AntaraNews)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melaporkan adanya penurunan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang cukup signifikan. Sepanjang tahun 2025, tercatat 556 kasus DBD, menurun dari 614 kasus yang tercatat pada tahun 2024. Penurunan ini menjadi kabar baik bagi upaya kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Kepala Dinkes Kota Mataram, Emirald Isfihan, menegaskan bahwa dari hasil evaluasi kedua tahun tersebut, tidak ada kasus kematian yang disebabkan oleh DBD. Kondisi ini menunjukkan efektivitas program pencegahan yang telah dijalankan oleh pemerintah kota dan partisipasi aktif dari masyarakat.

Untuk periode awal tahun 2026, tepatnya dari 1 hingga 15 Januari, Dinkes Mataram baru mendata tiga kasus DBD. Angka ini dinilai masih landai dan belum menunjukkan adanya laporan signifikan yang mengkhawatirkan.

Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Mataram menunjukkan tren positif dalam penanganan demam berdarah dengue. Kasus DBD di Mataram tercatat 556 kasus sepanjang tahun 2025, mengalami penurunan dari 614 kasus pada tahun 2024. Hal yang lebih menggembirakan adalah tidak adanya kasus kematian yang dilaporkan di kedua tahun tersebut.

Emirald Isfihan menyatakan bahwa kondisi ini merupakan hasil evaluasi yang menggembirakan bagi pemerintah kota. Ia juga menambahkan bahwa kasus DBD periode 1-15 Januari 2026 baru tercatat tiga kasus, yang mengindikasikan situasi masih terkendali.

Penurunan jumlah kasus DBD ini menjadi indikasi kuat adanya peningkatan kesadaran masyarakat. Masyarakat kini lebih proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar mereka.

Dinkes Kota Mataram terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama saat puncak musim hujan. Pembersihan barang-barang yang berpotensi menampung genangan air sangat penting untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 4 plus dan pengasapan (fogging) telah ditetapkan sebagai program rutin. Kegiatan ini dilaksanakan di setiap kelurahan, satu hingga dua hari setelah hujan.

Emirald menjelaskan, pihaknya tidak lagi ingin menerapkan strategi reaktif seperti tim pemadam kebakaran. Sebaliknya, upaya pencegahan harus diutamakan sebelum kasus DBD merebak.

Oleh karena itu, kegiatan PSN 4 plus dan fogging dilaksanakan secara bergotong-royong. Warga bekerja sama dengan petugas dari puskesmas di wilayah kerja masing-masing untuk hasil maksimal.

Program PSN 4 plus merupakan pendekatan komprehensif dalam pencegahan DBD yang melibatkan beberapa langkah penting. Empat plus yang dimaksud meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin. Selain itu, menutup tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa bertelur di sana.

Langkah selanjutnya adalah mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk. Terakhir, memantau jentik secara berkala untuk memastikan tidak ada larva nyamuk yang berkembang.

Gerakan PSN 4 plus ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan fogging semata. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, namun tidak mampu membasmi jentik nyamuk.

Emirald menegaskan pentingnya memberantas jentik secara langsung sebagai akar masalah. Tim dari puskesmas juga aktif turun mendampingi warga dalam pelaksanaan PSN 4 plus.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi