Waspada DBD dan Jakarta Lebih Panas, Imbas El Nino Godzila Diprediksi Bakal Landa Indonesia
Menyikapi potensi kemarau panjang tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan mewaspadai munculnya dampak kesehatan, terutama kasus demam berdarah dengue (DBD).
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyebut bahwa kemarau tahun ini yang kerap dikaitkan dengan istilah El Nino Godzilla berpotensi berlangsung lebih lama di Indonesia.
Menurut Rano, prediksi ini mencuat saat pembahasan bersama yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca ke depan.
"Kemarin kami khusus mengundang BMKG. Kita akan menyikapi masa transisi pancaroba yang kita sering mendengar El Nino. El Nino ini sekarang disebut 'Godzilla'. Diperkirakan jauh lebih panjang dan Jakarta atau Indonesia jauh lebih panas," kata Rano di Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (12/4).
Menyikapi potensi kemarau panjang tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan mewaspadai munculnya dampak kesehatan, terutama kasus demam berdarah dengue (DBD).
"Artinya penyakit pertama yang akan kita hadapi apabila El Nino terjadi, yaitu DBD," ucapnya.
Jaga Kebersihan Lingkkungan
Lebih lanjut, Rano juga mengingatkan soal menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Dia menyoroti tumpukan sampah yang dinilai perlu dibersihkan secara berulang melalui kerja bakti agar tidak menjadi sarang nyamuk penyebab DBD.
"Ini kalau kita tidak bersihkan, ini menjadi sarang nyamuk DBD dan sangat berbahaya buat anak-anak kita," kata Rano.
Ke depan, lanjutnya Pemprov DKI Jakarta bakal terus melakukan kerja bakti sebagai langkah antisipasi. Kerja bakti mencakup proses penanganan sampah, normalisasi saluran air, hingga penopingan pohon.
"Langkah ini dilakukan mencakup pengangkutan sampah terpilah, kemudian pengangkutan lumpur dan normalisasi saluran, pembersihan kali dan badan air, serta pembongkaran bangunan yang menutupi saluran. Kegiatan ini juga disertai dengan penopingan pohon," ujar dia.