Ancaman El Nino Ekstrem, Dokter Soroti Bahaya Tersembunyi bagi Anak
Fenomena El Niño Godzilla menyebabkan terjadinya kemarau yang sangat ekstrem di Indonesia.
Indonesia diperkirakan akan segera mengalami kemarau panjang akibat fenomena El Nino, yang juga dikenal dengan sebutan Godzilla. Dalam menghadapi cuaca ekstrem ini, dokter spesialis anak dan konselor laktasi, Lucky Yogasatria, memberikan beberapa saran untuk memperkuat daya tahan tubuh anak.
"Utamanya, istirahat yang cukup, aktivitas fisik yang cukup, nutrisi yang cukup, vitamin D, vitamin C, zinc, itu adalah mikronutrisi yang penting untuk pertahanan tubuh, protein juga perlu," ungkap Lucky saat ditemui di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Dia juga menekankan pentingnya bagi orang tua untuk memastikan bahwa lingkungan di sekitar anak tetap aman dan sehat.
"Jaga juga lingkungan, ketika anak sakit kita perlu perhatikan lingkungannya aman atau enggak, banyak yang sakit atau enggak, virus tuh lagi banyak atau enggak," tambahnya. Pada musim kemarau maupun hujan, anak sering kali terserang berbagai penyakit seperti batuk, pilek, diare, dan campak.
"Untuk batuk pilek sih intinya cairannya cukup, batuk pilek itu paling sering adalah virus seperti adenovirus, itu enggak ada obatnya sebenarnya. Virus tersebut akan mati oleh imunitas sendiri, cara menaikkan imunitas ya tadi, tidur cukup, minum cukup, aktivitas fisik, protein yang cukup," jelas Lucky.
Kementerian Kesehatan mengeluarkan imbauan mengenai dampak El Nino Godzilla
Sebelumnya, Aji Muhawarman selaku Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa fenomena El Nino Godzilla berpotensi menyebabkan musim kemarau yang berkepanjangan dengan curah hujan yang minim. Kondisi ini dapat mengakibatkan beberapa masalah, antara lain:
- Proses rain washing yang berkurang, sehingga polutan di udara tidak dapat dihilangkan oleh hujan dan cenderung menumpuk akibat udara yang stagnan, lapisan inversi, serta angin yang lemah. Hal ini juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang berujung pada kabut asap;
- Peningkatan suhu serta perubahan lingkungan dapat memicu penyakit yang ditularkan oleh vektor seperti dengue dan malaria, karena genangan air menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk. Selain itu, kualitas air dan sanitasi yang memburuk dapat meningkatkan kasus diare, tifoid, kolera, dan leptospirosis.
Aji juga memberikan edukasi mengenai dampak El Nino dengan menerapkan protokol kesehatan untuk perlindungan diri yang meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
- Memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau situs web;
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menutup ventilasi di rumah, kantor, sekolah, atau tempat umum saat polusi udara meningkat;
- Menggunakan penjernih udara di dalam ruangan;
- Menjauhkan diri dari sumber polusi dan asap rokok;
- Menggunakan masker saat polusi udara tinggi;
- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap bugar.
Aji pun menekankan pentingnya untuk "Melakukan konsultasi daring/luring dengan tenaga medis/kesehatan jika muncul keluhan kesehatan khususnya masalah pernapasan," saran Aji melalui pesan teks yang dikutip pada Selasa (14/4/2026).
Perkiraan mengenai fenomena El Niño Godzilla menunjukkan dampak yang signifikan
Fenomena El Nino Godzilla diperkirakan akan berpotensi terjadi di Indonesia pada musim kemarau tahun ini, yang berlangsung antara April hingga Oktober 2026. Menurut Profesor Riset di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, fenomena ini diprediksi dapat meningkatkan suhu hingga sekitar 1,5 hingga 2 derajat Celsius. Kenaikan suhu tersebut tidak akan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akan terasa seiring dengan penguatan fenomena yang dimulai dari awal kemunculannya.
Erma juga menyatakan bahwa fenomena El Nino ini diprediksi akan terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang akan semakin memperkuat dampak yang dirasakan di Indonesia. IOD positif ditandai dengan pendinginan suhu permukaan laut di sekitar wilayah barat Indonesia, khususnya dekat Sumatra dan Jawa. Akibat dari kondisi ini, pembentukan awan di wilayah tersebut akan semakin berkurang, sehingga curah hujan akan menurun secara drastis. Kombinasi antara fenomena El Nino yang kuat dan IOD positif ini berpotensi menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang, lebih panas, dan lebih kering dibandingkan biasanya.