Dedi Mulyadi Murka! Proyek Drainase Amburadul: Ini Bohong Pemborongnya, Mau Tipu Kita
Dedi yang meninjau bersama warga dan tim konsultan proyek langsung memanggil pengawas lapangan untuk meminta klarifikasi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendadak murka saat meninjau proyek pembangunan saluran drainase di Kalijati, Kabupaten Subang. Dalam kunjungan itu, ia mendapati pekerjaan pengecoran tidak sesuai prosedur dan terindikasi manipulasi oleh pihak kontraktor.
"Oh ini bohong nih pemborongnya. Masang cor itu harusnya dikasih lantai dasar dulu baru dicor. Ini untuk nipu kita, dicor di atas aja," ujar Dedi dengan nada tinggi seperti dikutip dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Selasa (15/10).
Dedi yang meninjau bersama warga dan tim konsultan proyek langsung memanggil pengawas lapangan untuk meminta klarifikasi. Dari pemeriksaan di lapangan, ditemukan bahwa bagian dasar saluran belum dicor beton sebagaimana mestinya.
"Harusnya unitnya jangan dulu dipasang. Dicor dulu semuanya baru dipasang. Kenapa dibiarkan?” tanya Dedi kepada konsultan proyek, Ajid Setiajid.
Ajid mengakui bahwa pengecoran memang baru dilakukan sebagian.
"Pengecoran baru sampai di titik 0 pak, jadi pasangan unitnya ini malam, belum sampai penuh,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Dedi menuding pihak kontraktor sengaja berbuat curang.
"Artinya kontraktornya nyuri-nyuri. Waktu Bapak lengah, unitnya dipasang padahal belum dicor. Betul kan?” ucap Dedi, yang dijawab “betul” oleh Ajid.
Saat ditanya keberadaan kontraktor, Ajid menyebut yang bersangkutan sedang salat di masjid. Dedi menanggapi dengan sindiran tajam.
"Kalau dia rajin salat, harusnya juga menegakkan amanah pekerjaannya. Salat itu menegakkan agama, di lapangan juga harus menjalankan SOP-nya. Benar enggak?” ucap Dedi.
Dedi juga menghitung potensi kerugian akibat kecurangan tersebut.
"Kalau 25 meter enggak dicor, di sana juga 25 meter enggak dicor, bisa satu kilometer. Satu kilometer cor beton bisa sampai Rp1 miliar," tegasnya.
Dedi menilai proyek seperti ini harus diawasi ketat agar tidak merugikan masyarakat.
Selain proyek drainase, kunjungan Dedi ke SMA Negeri 1 Maja juga meninjau proses rehabilitasi ruang kelas yang sebelumnya rusak dan lembab. Program perbaikan itu diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan belajar siswa.
Reporter Magang
Nikita Yudistia Mariam