Waspada Hantavirus, Dedi Mulyadi Instruksikan Dinkes Jabar Perketat Pencegahan
Ia mengatakan telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan upaya pencegahan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan akan mengambil langkah-langkah preventif untuk mengantisipasi potensi penyebaran Hantavirus di wilayahnya. Ia mengatakan telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan upaya pencegahan berjalan optimal guna menjaga keselamatan masyarakat.
"Setiap gejala apa pun yang mengancam kesehatan warga Jabar, kami harus cepat mengambil keputusan, mengambil tindakan, dan melakukan pencegahan," kata dia usai Rapat Paripurna di DPRD Jabar pada Senin (11/5).
Meski belum dijelaskan secara rinci, Dedi menyebut teknis pencegahan akan disiapkan dan dijelaskan ke masyarakat. Diharapkan, informasi dapat disampaikan secara akurat ke masyarakat.
"Dinas Kesehatan Jawa Barat dan tim teknis yang nanti memaparkan ya," ujar dia.
Dunia Kesehatan
Hantavirus bukan nama baru dalam dunia kesehatan, melainkan zoonosis yang telah lama dikenal berpindah dari hewan pengerat ke manusia.
Penularan utama terjadi melalui paparan urin, feses, atau air liur tikus yang mengering dan terhirup dalam bentuk aerosol. Meskipun demikian, virus ini jarang muncul sebagai wabah besar, melainkan bersifat sporadis, tersebar, dan sering kali tersembunyi di balik gejala yang menyerupai flu biasa.
Gejala Awal Seperti Demam
Kondisi ini menjadikannya tantangan serius bagi deteksi dini dan penanganan yang tepat. Gejala awal seperti demam, nyeri otot, hingga kelelahan sering tidak disadari sebagai sesuatu yang serius.
Padahal, dalam beberapa kasus, terutama pada hantavirus pulmonary syndrome, kondisi dapat berkembang cepat menuju gangguan pernapasan akut hingga kegagalan organ, dengan tingkat fatalitas yang mencapai puluhan persen jika tidak tertangani cepat.