Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Meriahkan Bogor, Gubernur Dedi Mulyadi Ungkap Pentingnya Pelestarian Sejarah
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda sukses digelar di Kota Bogor, menampilkan ragam seni tradisi dan Mahkota Binokasih. Gubernur Dedi Mulyadi soroti pentingnya pelestarian sejarah Sunda.
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda sukses memeriahkan Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (8/5) malam. Acara ini menampilkan beragam seni tradisi dari berbagai wilayah, baik di Jawa Barat maupun luar daerah, menarik perhatian banyak warga.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, atau KDM, memimpin langsung kirab yang dimulai dari Museum Pajajaran di Jalan Batutulis, Bogor. Ia menunggang kuda dengan pakaian serba putih, diikuti oleh jajaran Forkopimda dan tokoh adat.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Bupati Bogor Rudy Susmanto turut serta dalam pawai budaya ini, menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian warisan leluhur. Kirab ini menjadi momentum penting untuk menghargai nilai-nilai sejarah Sunda.
Kemeriahan Kirab dan Kehadiran Mahkota Binokasih
Kirab ini tidak hanya menampilkan peserta dari Jawa Barat, tetapi juga dimeriahkan oleh kesenian dari daerah lain. Ondel-ondel dari DKI Jakarta dan Rampak Bedug dari Banten turut memeriahkan suasana, menambah semarak acara.
Kehadiran Mahkota Binokasih Sanghyang Pake menjadi salah satu daya tarik utama kirab. Mahkota ini dulunya digunakan oleh para raja Sunda Pajajaran, membawa nuansa sejarah yang kental dan sarat makna.
Sebanyak 14 kampung adat dari Jawa Barat, seperti Kampung Adat Gelaralam, Sinarresmi, dan Ciptamulya, ikut ambil bagian dalam kirab budaya itu. Selain itu, 25 kesenian dari kota dan kabupaten di Jawa Barat juga tampil, termasuk Tari Payung dari Kota Bogor, Tari Topeng Cisalak dari Kota Depok, hingga Kuda Renggong dari Kabupaten Sumedang.
Apresiasi Gubernur dan Usulan Agenda Tahunan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Bogor atas pelaksanaan kirab budaya tersebut. Menurutnya, Kirab Mahkota Binokasih menjadi momentum krusial untuk mengembalikan nilai-nilai sejarah dan budaya Sunda di tanah Pajajaran.
Dedi Mulyadi menekankan keterkaitan erat Mahkota Binokasih dengan sejarah Pakuan Pajajaran yang berpusat di Bogor. Hal ini menjadi pengingat akan kejayaan masa lalu dan identitas budaya yang kuat.
Gubernur juga mengusulkan agar kirab budaya ini menjadi agenda tahunan di Kota Bogor, sekaligus diikuti penataan kawasan Surya Kencana dan sekitarnya. Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan perhatian terhadap penataan kawasan, mulai dari jalan hingga penerangan di jalur kirab budaya tersebut.
Komitmen Pemerintah Kota Bogor Terhadap Budaya
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyambut baik perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap Kota Bogor. Ia mengapresiasi dukungan tersebut, khususnya terkait pelestarian budaya dan penataan kawasan kota.
Dedie menegaskan bahwa penataan tersebut nantinya akan melalui proses perencanaan dan penganggaran sesuai aturan tata kelola pemerintahan. Ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.
Menurut Dedie, kirab budaya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum berharga untuk menghargai warisan budaya leluhur Sunda. “Ini sebuah rangkaian kegiatan yang penuh makna. Makna tentang bagaimana kita menghargai warisan para leluhur kita,” kata Dedie.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai budaya Sunda yang diwariskan para leluhur menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. Hal ini relevan dalam upaya menjaga dan membangun daerah untuk generasi mendatang, demi kelangsungan identitas budaya.
Sumber: AntaraNews