Lihat Sekolah Berantakan, Dedi Mulyadi 'Ngamuk' Sentil Kadis: Jangan Duduk di Meja Terus
Langsung menyoroti berbagai aspek sekolah yang dianggap tidak tertata, mulai dari area halaman.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMK Negeri 1 Dawuan, Kabupaten Subang, pada awal pekan ini. Dalam kunjungannya, Dedi terlihat geram melihat kondisi fisik dan tata kelola sekolah kejuruan tersebut yang dinilai tidak layak dan jauh dari standar kenyamanan serta keamanan.
Politisi Partai Gerindra ini langsung menyoroti berbagai aspek sekolah yang dianggap tidak tertata, mulai dari area halaman yang belum dipaving, toilet rusak, hingga lokasi kandang ayam yang terlalu dekat dengan ruang kelas.
"Ini sekolahnya jelek banget. Bangunannya tidak tertata, toiletnya butut. SMK ini lho, harusnya ngerti arsitektur. Padahal lingkungannya bagus, diapit hutan dan sawah," ujar Dedi dalam sidak tersebut dan langsung telepon Kadis, seperti dikutip dari kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Selasa (16/9).
Dalam dialognya dengan guru dan staf sekolah, Dedi mempertanyakan ketidakhadiran kepala sekolah meski jam menunjukkan sudah mendekati waktu mulai kegiatan belajar. Ia juga menyoroti soal status kepala sekolah yang sebelumnya berstatus pelaksana tugas (PLT), padahal menurut aturan terbaru, PLT tidak boleh diambil dari sekolah lain.
Lebih lanjut, Dedi mempertanyakan kejelasan proyek bangunan yang belum selesai dan keberadaan sarana pendukung yang rusak, termasuk sumur bor dan fasilitas air bersih.
Kritik Pedas ke KCD dan Dinas Pendidikan
Tak hanya pihak sekolah, Dedi juga melontarkan kritik tajam kepada Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah terkait, yang dianggap tidak peka terhadap kondisi sekolah di wilayahnya. Ia menilai KCD seharusnya rutin melakukan pengecekan langsung ke sekolah dan mencatat segala kebutuhan untuk disampaikan ke pemerintah provinsi.
"KCD-nya nggak pernah turun ke sekolah. Harusnya turun, periksa satu per satu, catatkan apa yang dibutuhkan. Jangan hanya duduk di meja," tegas Dedi.
Desain dan Penataan Dinilai Salah
Dedi menyayangkan potensi besar SMK Negeri 1 Dawuan yang tidak dimaksimalkan. Ia menilai penataan bangunan sekolah tidak sesuai prinsip tata ruang yang baik. Dengan lanskap alami yang indah, sekolah tersebut sebenarnya bisa dikembangkan menjadi sekolah unggulan berbasis lingkungan.
"Kalau saya yang desain, sekolah ini bisa jadi keren. Ada sungai, sawah, hutan. Tapi bangunannya asal-asalan, toren air di tengah lapangan, kandang ayam dekat ruang kelas. Ini kacau," kritiknya.