Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut pembangunan flyover Bulak Kapal, Bekasi, masih dalam tahap revisi Detail Engineering Design (DED) dan akan segera dirampungkan. Pembangunan Flyover Bulak Kapal, Bekasi Timur, dipercepat usai kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
"Rencananya sudah ada di provinsi, sedang revisi dari DED-nya. Ya kita percepat saja, mudah-mudahan bisa tahun ini kita dorong untuk segera teralokasikan dengan baik. Alokasi awalnya kan sudah teralokasikan. Nah, alokasi awalnya segera dilelang, berikutnya disusul alokasi berikutnya di (anggaran) perubahan," kata Dedi di gedung Pakuan, Bandung, Selasa (28/4).
Dedi mengaku akan segera menuju ke Bekasi setelah insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL. Dia menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya insiden itu.
"Saya tadi sudah menyampaikan duka, kemudian menyampaikan santunan," ucap Dedi.
Advertisement
Santunan untuk Korban
Dedi menuturkan Pemprov Jawa Barat akan memberi santunan Rp50 juta bagi warga meninggal dunia. Sementara warga terluka akan ditanggung biaya perawatannya di rumah sakit Pemprov Jawa Barat.
"Kita memberikan santunan bagi yang meninggal itu Rp50 juta, warga mana pun. Karena itu terjadinya lokusnya di Jawa Barat. Kemudian yang di rumah sakit saya sudah ngomong ke Wali Kota, sudah biar rumah sakitnya kita tanggung bersama," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, total terdapat 14 orang yang meninggal dunia dalam insiden tabrakan tersebut. Lalu, ada sejumlah orang yang terluka. Akibat insiden itu, terdapat sejumlah perjalanan kereta yang dibatalkan.